• Senin, 24 Januari 2022

Mengenal Perbedaan Sesak Asam Lambung dengan Sesak Gangguan Paru

Ilham Dharmawan
- Minggu, 22 Agustus 2021 | 18:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 Edisi.co.id - Penyakit asam lambung mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat. Gangguan kesehatan ini cukup umum terjadi di kalangan penduduk. Masih banyak orang yang mengira sesak asam lambung sama dengan sesak paru, meskipun keduanya memiliki perbedaan.

 Penyakit asam lambung setidaknya pernah terjadi satu hingga dua kali pada seseorang. penyakit asam lambung yang disebabkan oleh asam lambung naik. mekanisme terjadinya asam lambung naik ini dimulai dari mulut, kemudian ke belakang, yaitu esofagus, lalu ke bawah hingga ulu hati. Di ulu hati, terdapat filter atau semacam pemisah pemisah lambung dengan daerah kerongkongan.

Fungsi sekat ini adalah untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga sekat ini hanya terbuka ketika kita makan atau minum. Setelah selesai makan atau minum, sekat ini akan tertutup dan asam lambung tidak akan naik ke kerongkongan.

Baca Juga: Viral Video Diduga Penistaan Agama, Menag: Menghina Simbol Agama adalah Pidana

Sekat ini dapat terbuka selain karena kita makan atau minum, namun tidak semua orang mengalami hal ini. Faktor lain yang dapat menyebabkan sekat terbuka selain saat kita makan atau minum adalah konsumsi alkohol, kopi, minuman coklat,

 Faktor psikis menjadi salah satu faktor yang paling sering menjadi penyebab sakit asam lambung. Misalnya rasa takut dan cemas. Hal inilah yang menyebabkan pasien mengalami sakit di ulu hati secara berulang. Rasa takut, cemas, dan khawatir ini dapat menyebabkan sekat terbuka sehingga asam lambung naik kerongkongan.

Baca Juga: Dinilai Hina Islam, PERSIS Minta Polisi Tangkap YouTuber M Kece

Ketika pasien tidur dengan posisi miring ke kanan, maka asam lambung akan keluar ke kerongkongan hingga ke kerongkongan atas dan membuat dada terasa panas dan sesak. Semua hal tersebut terjadi karena refluks asam lambung ke daerah esofagus.

Ada beberapa cara untuk mencegah refluks ini, salah satunya adalah dengan mengubah posisi tidur miring ke kiri. Jika kita miring ke kiri, maka akan mencegah refluks asam lambungSelain itu, jika Anda suka masalah, maka pastikan posisi kepala dan pundak harus lebih tinggi dari perut.

Oleh: Adelia Putri Maharani

 

 

 

Halaman:
1
2

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Gejala Dari Omicron

Senin, 24 Januari 2022 | 19:19 WIB

Cara Cepat Untuk Tidur

Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:46 WIB

Apa Obat Paling Berbahaya di Dunia?

Jumat, 21 Januari 2022 | 18:19 WIB

Bagaimana Ponsel Anda Mengubah Anda?

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:56 WIB

Kenapa Kita Susah Inget Kenangan Saat Bayi

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:20 WIB

Prinsip Ekuilibrium

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:06 WIB

Satu Hari Berapa Liter Air Yang Harus Kita Minum?

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:39 WIB

Kapan Sistem Penanggalan Dimulai?

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:25 WIB

Sampai Berapakah Tinggi Badan Manusia?

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:12 WIB

Internet Mengubah Dunia

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:10 WIB

5 Penyebab Bibir Kering dan Pecah Pecah

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:11 WIB

Apakah Makanan Pedas Baik Untuk Kesehatan?

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:30 WIB

Telur Puyuh, Si imut yang Kaya Akan Nutrisi

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:57 WIB

SuperHero Asal Indonesia Yang Wajib Kamu Ketahui

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:39 WIB
X