• Selasa, 7 Desember 2021

Wakili 375 Wisudawan, Peraih IPK 3.87 Jahira Salsabila: Kelulusan ini Amanah Besar, Saatnya Memilih Jalan

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:48 WIB
Jahira Salsabila Nurul Imam, S.Ag peraih IPK: 3.87 - Foto: Henry Lukmanul Hakim
Jahira Salsabila Nurul Imam, S.Ag peraih IPK: 3.87 - Foto: Henry Lukmanul Hakim

Edisi.co.id, Kabupaten Bandung - Tampak raut wajah yang amat gembira dan senyum bangga Jahira Salsabila Nurul Imam, S.Ag salah satu dari 5 rekan mahasiswa lainnya yang meraih nilai IPK 3.87 dan mendapat predikat lulusan terbaik dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) mewakili 375 mahisiswa memberikan ungkapannya dihadapan ratusan rekan wisudawan-wisudawati dan dihadapan para tamu undangan pada acara Wisuda XXII STAIPI Bandung di Gedung Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (9/10/2021).

Sesampainya dimimbar podium Jahira memulai ungkapannya dengan pantun, “kalau fajar diupuk senja, bathin bergemuruh penuh gelora, senyum manis penuh suka gembira, beribu rasa tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, demikianlah suasana hati kami wisudawan-wisudawati yang hadir pada har ini memakai toga”.

“Suatu kehormatan bagi saya dapat mewakili sahabat-sahabat wisudawan untuk menyampaikan ungkapan rasa syukur dalam memaknai arti kelulusan setelah menempuh pendidikan dalam momentum wisuda XXII STAIPI Bandung,” kata Jahira. 

Baca Juga: Berkontribusi Besar, STAIPI Bandung Berikan Penghargaan Kepada 5 Orang Ketua Terdahulu

Ia menjelaskan, pada hari ini Allah Swt telah menaikan derajat kita memberikan yang terbaik serta menyempurnakan epifani keilmuan kita yang tiada berkesudahan.

“Kelulusan ini adalah amanah besar, namun lebih dari itu izinkan saya mengakhiri fase kehidupan kampus ini dengan pesan bermakna untuk menyadarkan kita semua tentang hal-hal penting yang akan kita hadapi dalm kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di STAIPI Bandung,” tuturnya.

Jahira pun mengutip apa yang disampaikan Presiden RI Soekarno. "Beri aku 1000 orang tua maka akan ku cabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia".

Baca Juga: Lepas 375 Wisudawan, Ketua STAIPI Bandung: Prestasi STAIPI Bandung dari Tahun ke Tahun Terus Meningkat

Saya percaya bahwa setiap dari kita berpotensi menjadi inspirasi bagi orang lain, setiap dari kita mempunyai aspek-aspek tertntu yang bisa menjadi teladan bagi sekitar. Dan dari setiap aspek itulah seharusnya kita menjadi uswah hasanah bagi orang disekitar kita.

Ia pun melanjutkan ungkapannya, setelah mendapat gelar sarjana maka jalan mana yang akan kita pilih?. Ini saatnya kita memilih, jalan mana yang akan kita tujuan selanjutnya, Fa Aina Tadzhabuun? apapun jalan yang kita pilih, mari kita pastikan, bahwa jalan tersebut bukanlah suatu jalan yang merupakan sikap inklusif kita dalam mengambil peluang, bukan juga karena gengsi atau materi, bukan juga hanya karena paksaan atau ikut-ikutan, tapi itu merupakan jalan yang telah melalui banyak pertimbangan, dan merupakan output serta visualisasi dari visi misi diri kita.

Menurutnya, apalah arti diskusi-diskusi hangat yang kita bangun, buku-buku mata kuliah yang menumpuk, apalah IPK yang tinggi, apalah arti predikat cumlaude, apalah arti predikat mahasiswa dengan segudang prestasi, kompetensi, dan kapasitas yang kita miliki, jika ternyata kita belum selesai dalam mendefinisikan visi misi, dan tujuan hidup kita.

Selanjutnya ungkap Jahira, saat ini harus bisa mendefinisikan untuk apa dan karena apa kita berbuat, untuk apa dan karena apa kita bekerja, untuk apa dan karena apa kita melanjutkan studi. Bukan hanya untuk mewujudkan capaian-capaian pribadi saja, bukan untuk keuntungan individu saja, tapi lebih dari itu, untuk menuai kebermanfaatan, yang lebih luas dan lebih besar lagi, seperti sabda Rasulullah SAW: “Khoirunnas anfa’uhum linnas”, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya.

“STAI PERSIS Bandung merupakan rumah intelektual kedua baginya, saya banyak mendapat pelajaran dan makna-makna kehidupan selama menjalani proses kuliah dan berorganisasi di kampus. Betapa benar bahwa Mahasiswa merupakan salah satu lapisan terpenting dalam masyarakat. Kehadiran kita dimasyarakat seharusnya mampu menyelesaikan problematika kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuh Jahira.

Baca Juga: 9 Oktober, STAIPI Bandung Akan Mewisuda 377 Mahasiswa dari 5 Prodi

Untuk itu, sudah seharunya lah saat ini, giliran kita yang berkontribusi untuk jamiyyah, umat dan bangsa demi menunaikan kewajiban kita sebagai kader-kader intelektual muda Indonesia, terlebih dalam beberapa tahun kedepan, kita akan menyambut seabad Persatuan Islam sebuah momentum dimana Jam'iyyah ini mencapai usia yang sudah mapan sebagai salah satu gerakan dakwah di Indonesia, dan setiap 100 tahun sekali sudah seharunya lahir para mujaddid yang memperbaharui dan memperjuangkan agama Allah.

Hakikatnya, wisuda pada hari ini adalah momentum yang tepat untuk kembali menegaskan nilai-nilai perjuangan dan pengaktualisasian diri kita sebagai kader dakwah jamiyyah dan intelektual bangsa dalam membangun peradaban.

Kedepan kita memiliki tanggung jawab sebagai salah satu elemen penting bagi kekuatan suatu bangsa. Terlebih, bagi mahasiswa dalam perannya sebagai kaum intelektual, dimasa yang akan datang memiliki misi sebagai tonggak peradaban, menjadi pionir bagi lahirnya generasi pemimpin bangsa,” pungkas Jahira mengakhiri ungkapannya.

Terakhir ia pun mengungkapan rangkaian terimakasih teriring doa jazakumullahu khairan katsiiran juga kami haturkan kepada seluruh Civitas Akademika STAI PERSIS Bandung, keluarga, kakak, adik, pasangan tercinta, khususnya kedua orang tua kami yang telah memberikan kasih sayang yang tulus, membimbing, dan mendoakan dengan ikhlas dan bekerja keras tanpa meminta balas.

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kilau Band Luncurkan Album Lagu Ramadhan 2022

Minggu, 5 Desember 2021 | 17:52 WIB

Gunung Semeru Meletus, BNPB Himpun Data Korban

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:09 WIB
X