• Rabu, 19 Januari 2022

Bolehkah Polisi Periksa Ponsel Kita?

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 01:37 WIB
Ilustrasi Handphone/unsplash
Ilustrasi Handphone/unsplash

Edisi.co.id - Jika Anda sedang di jalan dan kebetulan harus menghadapi razia polisi, kemudian petugas meminta Anda menyerahkan ponsel untuk diperiksa, apa yang harus dilakukan?

Anda cukup memberikan STNK, SIM, dan KTP, jika diperlukan.

Sebaiknya, Anda menolak permintaan polisi untuk memeriksa ponsel.

Menurut Pasal 30 Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), orang dilarang mengakses sistem elektronik milik orang lain dengan sengaja dan tanpa hak.

Baca Juga: Pelaku Penghina Suku Betawi Ditangkap Polisi, Terancam Penjara 5 Tahun

Setiap perbuatan mengakses sistem elektronik (termasuk ponsel) milik orang lain secara sengaja dan tanpa hak merupakan tindak pidana.

Sementara itu, menurut Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) polisi boleh memeriksa ponsel seseorang jika sedang melakukan penggeledahan dalam penyidikan atas dugaan tindak pidana yang tengah disidik.

Menurut Pasal 32 KUHAP, penggeledahan merupakan salah satu bentuk upaya paksa yang dilakukan oleh penyidik, termasuk kepolisian dalam mencari alat bukti.

Baca Juga: Pemerintah Kota ( Pemkot ) Depok memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2021

Penyidik dapat memasuki dan memeriksa rumah seseorang atau pemeriksaan terhadap badan dan pakaian seseorang.

Namun, ELSAM menjelaskan bahwa polisi boleh lakukan penggeledahan jika dalam kondisi seseorang tertangkap tangan melakukan tindak pidana dan atau adanya izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat.

"Tindakan polisi menggeledah secara paksa seseorang di tengah jalan, tetapi bukan bagian dari proses penyidikan, dapat dikatakan sebagai tindakan sewenang-wenang terhadap privasi seseorang," tulis ELSAM dalam keterangannya, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Raja Sapta Oktohari Ditunjuk sebagai Ketua Tim Akselerasi dan Investigasi, Berikut Langkah yang Akan Diambil

Lebih lanjut, menurut ELSAM, ponsel beserta isinya adalah alat bukti elektronik dalam suatu proses pidana.

Keduanya adalah bagian dari data pribadi yang harua dilindungi, tidak boleh dibuka secara semena-mena.

"Tindakan pembukaan terhadap isi dari ponsel, baru dianggap sesuai dengan hukum, jika dilakukan untuk tujuan penyidikan setelah adanya dugaan tindak pidana," tegas ELSAM.

Jika mengacu pada Pasal 26 UU ITE, telah diatur perihal kewajiban menghormati dan melindungi hak atas privasi seseorang dalam hukum Indonesia.

Baca Juga: Menpora Bentuk Tim Akselerasi dan Investigasi untuk Sikapi Sanksi dari Badan Anrti Doping Dunia

Selain itu, dalam lingkup Kepolisian (Pasal 32 Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009) juga diatur mengenai perlindungan hak atas privasi dalam tindakan penggeledahan terhadap orang dan tempat atau rumah.

Dijelaskan bahwa petugas harus memberitahukan kepentingan penggeledahan secara jelas dan sopan; meminta maaf dan meminta kesediaan orang yang digeledah atas terganggunya hak privasi karena harus dilakukannya pemeriksaan; menunjukkan surat perintah tugas dan identitas petugas; memperhatikan dan menghargai hak-hak orang yang digeledah.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Momentum Perbaikan Akhlak

Tak hanya itu, pasal 38 peraturan Kapolri ini mengatur kewajiban polisi untuk menghormati martabat dan privasi seseorang.

"Setiap petugas Polri dalam melaksanakan investigasi wajib memperhatikan penghormatan martabat dan privasi seseorang terutama pada saat melakukan penggeledahan, penyadapan korespondensi atau komunikasi, serta memeriksa saksi, korban atau tersangka," bunyi Pasal 38 Peraturan Polri.

Halaman:
1
2
3

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Terkini

ITB Ciptakan Bensin, Sukses Uji Coba

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB

'Nusantara' Menjadi Nama Ibu Kota Baru

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:03 WIB

Puluhan Rumah di Jember Tergenang Banjir

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:15 WIB

PTM 100% Kasus Covid19 Meningkat

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:35 WIB

Viral! Gus Arya Menantang Tuhan, Menggema di Medsos

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:16 WIB

Pelajar Bantul Ditemukan Tewas di Dasar Sungai Oya

Selasa, 18 Januari 2022 | 11:22 WIB

WASPADA! Virus Covid-19 di Depok Mulai Meningkat

Senin, 17 Januari 2022 | 19:48 WIB
X