• Sabtu, 1 Oktober 2022

BKKBN Prinsip Konvergen dan Partisipatif Masyarakat, Kunci Percepatan Penurunan Stunting

- Kamis, 30 Juni 2022 | 00:43 WIB

“Rumah Dataku tersebut dipastikan memiliki urgensi dan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat di lokasi Kampung KB. Secara konseptual, Rumah Dataku merupakan program yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan intervensi sosial berdasarkan partisipasi masyarakat dan peran strategis data. Proses ini dilakukan dengan menyederhanakan kondisi masyarakat yang kompleks ke dalam gambaran data yang kemudian melalui pemeranan atau keterlibatan kader masyarakat menyediakan skema intervensi dalam proses percepatan pembangunan, termasuk percepatan penurunan stunting, di tingkat lokal,” papar Irfan.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto menjelaskan, sosialisasi percepatan penurunan stunting menjadi salah satu upaya dalam penggalangan dukungan atau komitmen pemangku kepentingan (stake holders) serta penyebarluasan informasi tentang upaya pencegahan dan penurunan stunting. Kegiatan ini merupakan upaya argumentatif dan persuasif yang langsung menyentuh masyarakat dan keluarga karena dilakukan melalui promosi, edukasi serta dialog langsung dengan masyarakat di tingkat lini lapangan.

“Stunting bukan semata-mata tanggung jawab BKKBN. Percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab kita semua. Karena itu, kegiatan ini melibatkan semua unsur yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta mitra kerja terkait. Kami di Komisi IX DPR RI berkomitmen kuat mendorong upaya percepatan penurunan stunting agar target prevalensi 14 persen yang dicanangkan Presiden Jokowi bisa tercapai,” ungkap Wenny.

Wenny berharap sosialiasasi yang dilakukan secara massif dan berkesinambungan mampu membangun kesadaran keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini penting karena pencegahan menjadi kata kunci dalam percepatan penurunan stunting. Ketika anak-anak yang sudah teridentifikasi stunting memerlukan penanganan ekstra, maka pencegahan dari hulu menjadi keniscayaan.

“Saat ini, berdasarkan hasil SSGI 2021, prevalensi stunting nasional mencapai 24.4 persen. Jawa Barat malah lebih besar lagi, 24.5 persen. Dengan kata lain, satu dari empat anak kita menderita stunting. Fakta ini mendorong kita untuk lebih serius melakukan upaya percepatan penurunan stunting. Dengan kolaborasi segenap pemangku kepentingan, kita semua berharap agar prevalensi stunting bisa mencapai target 14 persen pada 2024 mendatang,” harap Wenny. (*)

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Segini Gaji yang Diterima Anggota DPRD Jabar Dudy Pamuji

Jumat, 30 September 2022 | 20:43 WIB
X