• Minggu, 23 Januari 2022

"Merdeka Ekspor" Karantina Tanjung Priok Lepas Ekspor Produk Pertanian Senilai 435.1 Miliar

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 14:31 WIB
IMG_20210814_110407
IMG_20210814_110407

Edisi.co.id, Jakarta - Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 Tahun dimeriahkan dengan berbagai program merdeka oleh Kementerian dan Lembaga, seperti Vaksin Merdeka oleh Kepolisian Republik Indonesia dan Merdeka Ekspor oleh Kementerian Pertanian. Demi menyukseskan kegiatan Merdeka Ekspor ini, Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku Koordinator Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) lingkup Kementerian Pertanian memastikan komoditas pertanian ekspor senilai 6,7 triliun rupiah telah disertifikasi oleh Pejabat Karantina Pertanian di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Barantan.

Sebagai salah satu dari 17 pintu pelepasan ekspor yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual dari Istana Kepresidenan di Kota Bogor, Jawa Barat, Karantina Pertanian Tanjung Priok turut andil dengan mensertifikasi sebanyak 13.092,98 ton, 54.129 batang dan 3.145,65 m3 dari 89 varian produk pertanian senilai 435,1 miliar rupiah selama kurun waktu 9-14 Agustus 2021. Produk pertanian ini akan dikirim ke 56 negara tujuan ekspor di lima benua dunia.

Dalam sambutan tertulisnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa Lauching Merdeka Ekspor ini merupakan bagian dari apresiasi Kementerian Pertanian kepada semua Stakeholder, termasuk petani dan para eksportir, atas dukungan penuh dalam memajukan pertanian Indonesia, terutama di tengah Pandemi Covid-19 ini.

“Capaian ekspor komoditas pertanian kita cukup signifikan selama periode Januari-Juni 2021 sebesar 14,05 % atau senilai 282,86 triliun rupiah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 senilai 202,05 triliun rupiah”, tambah Limpo, Sabtu (14/8/2021).

-
Pelepasan Ekspor Produk Pertanian dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

Di samping kegiatan Pelepasan Merdeka Ekspor, Barantan secara serentak di semua UPT seluruh Indonesia menggelar Bakti Sosial sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini. Bahkan, Karantina Pertanian Tanjung Priok juga bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 gratis bagi 300 orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) selain pembagian 500 Paket Sembako bagi TKBM dan kaum dhuafa di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada kegiatan seremonial yang dihadiri oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta serta Kementerian dan Lembaga lain lingkup Pelabuhan Tanjung Priok ini.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul menegaskan, komitmen dalam mengakselerasi ekspor komoditas pertanian dengan memberikan pelayanan sertifikasi untuk memenuhi persyaratan fitosanitari dan kesehatan hewan yang ditetapkan oleh negara tujuan.

“Pelayanan akselerasi dan sertifikasi ekspor merupakan salah satu bentuk kebanggaan kami selaku Aparatur Sipil Negara dalam melayani bangsa," terang Hasrul.

Selanjutnya dikatakan, selama masa pandemi COVID-19, produk ekspor pertanian tidak terpengaruh sama sekali, bahkan ada peningkatan ekspor  sekitar 13 persen.

"Produk yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok kali ini adalah produk olahan pertanian dari wilayah Balai Pertanian Tanjung Priok seperti, kakao, lada, bulu bebek. Beda dengan Karantina lain yang melakukan ekspor produk mentah, sehingga kuantitasnya lebih banyak," tandas Hasrul.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Diduga Bandar Narkoba Suap Kapolrestabes Medan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:05 WIB

Beberapa Khasiat Gurita untuk Kesehatan

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:59 WIB

Kota Depok Akan Mengembangkan Lebah Trigona

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:07 WIB

Bank Indonesia Diretas Ransomware Conti

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:34 WIB

Seorang Pria Hilang Saat Melewati Sungai

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:40 WIB
X