• Rabu, 28 September 2022

Pembangunan Ekonomi Harus Angkat Masyarakat Miskin Tutur Bupati Bantul

- Kamis, 22 September 2022 | 10:17 WIB

Edisi.co.id - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Abdul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa program pembangunan untuk membangkitkan perekonomian di kabupaten ini harus mampu mengangkat derajat ekonomi masyarakat miskin.

"Saya mendukung program-program pembangunan kebangkitan ekonomi di desa-desa, dengan harapan bisa terwujud pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, artinya masyarakat miskin harus ikut terangkat," kata Abdul Halim di Bantul, Rabu.

Baca Juga: Jika Ikut Kampanye 2024 Anggota TNI/Polri Bisa Dipenjara

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi itu tidak selalu bisa menyejahterakan masyarakat yang paling bawah, sehingga pertumbuhan ekonomi inklusif itu harus dipertebal untuk menekan tingkat kesenjangan.
"Ekonomi tumbuh, tapi tumbuhnya bagaimana, tumbuhnya adalah pertumbuhan yang mengangkat derajat ekonomi masyarakat paling bawah, supaya ketimpangan itu bisa kita perbaiki," katanya.

Dia mengatakan, saat ini ekonomi di Bantul dan DIY tumbuh, tetapi ketimpangannya juga semakin tinggi, yang berarti bahwa strategi pembangunan ekonomi belum inklusif, karena yang tumbuh hanya masyarakat kalangan atas saja.

"Secara global, secara total ekonomi tumbuh, PDRB (produk domestik regional bruto) itu semakin banyak, semakin besar, tapi kemiskinan juga semakin besar, ini artinya desain pertumbuhan ekonomi kita kurang inklusif," katanya.

Oleh karena itu, Bupati berharap rencana pembangunan bangkitan ekonomi di Desa Tirtohargo, Kretek yang dikunjunginya belum lama ini jangan sampai menjadikan ketimpangan ekonomi dan sosial itu semakin besar.

"Lurah dan Bamuskal (Badan Musyawarah Kalurahan) serta para pamong berikanlah kesempatan kepada masyarakat miskin untuk turut terlibat memanfaatkan spot ekonomi yang akan dibangun," katanya.

Melalui rencana pembangunan bangkitan ekonomi di desa, maka Lurah harus turut mengendalikan bagaimana masyarakat yang miskin diberikan ruang melalui pengelolaan lahan parkir maupun kesempatan dalam usaha kuliner.

"Ini perlu kita tekankan jangan sampai di manfaatkan oleh orang-orang yang sudah mapan, ya boleh, tetapi harus melibatkan orang miskin, kalau ada bangkitan ekonomi baru kok kemiskinan tetap, bahkan meningkat, berarti ada yang salah dengan desain-nya," katanya.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Terhambat, BI Naikkan Suku Bunga

Senin, 26 September 2022 | 15:20 WIB

Daftar Tarif Terbaru Layanan Grab

Senin, 26 September 2022 | 15:10 WIB

Pelabuhan Prigi Menjadi Pengungkit Ekonomi Pesisir

Senin, 26 September 2022 | 14:25 WIB

BI Perkiraan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok

Jumat, 23 September 2022 | 10:36 WIB

Bersama Alit Indonesia Kadin Gali Potensi Ekonomi Desa

Kamis, 22 September 2022 | 10:25 WIB
X