• Sabtu, 26 November 2022

Menurut Pakar Geologi UGM Ini Daerah Rawan Gempa Bumi di DIY

- Kamis, 24 November 2022 | 11:30 WIB


Edisi.co.id - DIY dan Jawa Tengah punya sejarah gempa pada 2006. Daerah yang punya sejarah kegempaan, di masa yang akan datang berpotensi diguncang gempa lagi. Dosen Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Gayatri Indah Marliyani mengatakan sampai saat ini masih terus dilakukan identifikasi garis-garis sesar untuk dilakukan pemetaan sehingga lebih akurat.

Baca Juga: Ikuti Lomba Gagah Bencana Tingkat Jabar, RW 09 Depok Jaya Tonjolkan Beragam Inovasi yang Dimiliki
Di DIY sendiri ada beberapa sesar seperti opak, subduksi, progo, dengkeng, dan oya. Sesar yang sudah dipastikan aktif menurutnya adalah sesar opak. Sesar ini sejak 2006 konsisten memproduksi gempa meski kecil. Sesar opak membentuk zona yang cukup lebar dari arah Parangtritis sampai ke Prambanan. Dari daerah Parangtritis kemudian ke Pleret, Piyungan, Prambanan semuanya dilewati zona sesar.

"Secara konsisten sesar opak terus bergerak. Tentu saja di area tersebut, di sekitar zona sesar ini harus tetap waspada karena sesar tersebut masif aktif,"

Kemudian ada zona subduksi yang berada di lepas pantai. Di zona tersebut ada sumber gempa yang bisa dirasakan getarannya. "Kalau ada gempa yang cukup besar kita bisa terdampak."

Sementara untuk patahan Oya sampai saat ini masih coba dipetakan. Menurutnya sistem patahan Oya dan Opak berdekatan dan saling berinteraksi.

"Untuk progo terus terang datanya masih kurang. Dengkeng juga, saya sendiri masih belum punya bukti yang kuat bahwa dia adalah sesar individu yang bisa aktif."

Lebih lanjut dia mengatakan siklus kegempaan harus dilihat jauh ke belakang. Tidak bisa hanya dari dua atau tiga kejadian lalu mengambil kesimpulan. Sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut lagi. Gempa yang terjadi di DIY 2006 merupakan gempa darat sehingga memiliki daya rusak yang kuat. Hal ini dikarenakan hiposenter dari gempa berada di lokasi dangkal di bawah 10 km.

Energinya masih kuat untuk menghasilkan goncangan sehingga jika di lokasi tersebut banyak permukiman maka akan menyebabkan kerusakan yang signifikan. "Kalau lebih [10 km] kayak 50 km, 60 km dia sudah dianggap tidak terlalu dangkal," jelasnya.

Pakar geologi UGM Wahyu Wilopo mengatakan daerah yang sudah terpetakan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), sebagian besar yang aktif adalah sesar opak, memanjang dari Kretek ke Prambanan. Terindikasi juga patahan yang menerus dari Prambanan ke arah Barat.

"Di mana dulu pada gempa 2006 menyebabkan kerusakan di daerah Gantiwarno, Bayat dan Cawas klaten," paparnya.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cianjur di Guncang Gempa Lagi Jum'at (25/11)

Sabtu, 26 November 2022 | 13:45 WIB

PT Waskita Karya Menjual Sejumlah Tol di Indonesia

Jumat, 25 November 2022 | 13:30 WIB

Kualitas IndoVac Bersaing dengan Vaksin Buatan AS

Jumat, 25 November 2022 | 13:15 WIB

Raperda APBD Kota Cirebon 2023 Telah Disetujui

Jumat, 25 November 2022 | 11:15 WIB

Inspektorat Kabupaten Cilacap Gelar Pengawasan Daerah

Jumat, 25 November 2022 | 11:00 WIB

Pelajar Yang Pukuli Nenek di Tapsel Dijerat Pidana

Kamis, 24 November 2022 | 15:30 WIB

BTS Sinyal di Cianjur Belum Normal

Kamis, 24 November 2022 | 15:00 WIB

Peresmian UMP di Undur

Kamis, 24 November 2022 | 14:30 WIB

Website Presiden RI Tidak Bisa di Akses

Kamis, 24 November 2022 | 14:00 WIB

Polri Periksa Pejabat BPOM

Kamis, 24 November 2022 | 13:45 WIB

Korban Gempa Cianjur Bertambah

Kamis, 24 November 2022 | 13:30 WIB
X