• Selasa, 30 November 2021

Bubur Ayam Hongkong Mas Sugi Menggunakan Penyedap Alami

- Senin, 18 Oktober 2021 | 16:04 WIB

Edisi.co.id - Menjadi pengusaha tidak perlu ribet. Tentukan ide, kemudian jalankan. Itulah prinsip yang dipegang Sugiarto atau Mas Sugi panggilan akrabnya. Di saat menjelang pensiun, setelah lebih 20 tahun bekerja di sebuah BUMN, dia mantap untuk memulai usaha. Malahan dia sudah merintis usaha itu sejak beberapa bulan sebelum pensiun awal tahun depan.

Kebetulan kakaknya yang tinggal di Solo telah berhasil mengembangkan usaha Bubur Ayam Hongkong. Sang kakak berbaik hati, menawarkan kepada Mas Sugi untuk mengembangkan usaha sejenis di Jakarta.

Mendapat tawaran itu, Mas Sugi tak menyia-nyiakan kesempatan. Malahan dia bersedia magang beberapa hari di tempat usaha kakaknya. Tidak hanya belajar cara meracik bubur, tapi juga cara melayani dan memasarkan. Dan, yang tak kalah penting, dia belajar mengenai pemasaran online.

Baca Juga: KAHMI Menolak Nama Mustafa Kemal Ataturk Diabadikan sebagai Nama Jalan di Jakarta

Berbekal pengetahuan itu, sejak awal Oktober 2021, Mas Sugi resmi menyandang status sebagai pengusaha. Dia menyulap sebagian ruang depan rumahnya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjadi warung.

Sejak saat itu Mas Sugi bersama isterinya, sibuk menyiapkan segala sesuatu terkait usahanya. Semua dia tangani langsung, mulai dari penyapan bahan baku, pengolahan, hingga pelayanan. Selain melayani pembelian langsung, tidak sedikit pesanan melalui aplikasi GoFood.

Meski menyandang nama hongkong, namun Mas Sugi menjamin bubur buatannya 100 persen produk lokal. “Pemilihan nama ini terkait strategi pemasaran, agar orang ingin tahu dan ingin mencoba. Ketika sudah mencoba, baru mereka tahu rasanya. Karena yang kita jual memang rasa,” kata Mas Sugi. Karena itu, Mas Sugi mengusung tag line : jajan sehat, rasa nikmat, tanpa penyedap dan hangat hingga suapan terakhir.

Baca Juga: Menkominfo Johnnya G. Plate ajak Industri penyiaran perhatikan kualitas konten

Selain bubur ayam, Mas Sugi juga menyediakan nasi goreng hongkong. Untuk semangkok bubur dipatok harga Rp 16 ribu, sedangkan untuk nasi goreng Rp 25 ribu per porsi.

Halaman:

Editor: Asri Al Jufri

Tags

Terkini

Pemprov dan DPRD DKI Jakarta Menyetujui APBD Tahun 2022

Selasa, 30 November 2021 | 00:32 WIB

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Senin, 29 November 2021 | 22:13 WIB

Majalah Gontor Kunjungi Primago Islamic School Depok

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

Lagi, Erick Tohir Kembali Sidak Toilet SPBU Pertamina

Senin, 29 November 2021 | 20:37 WIB

TPK Kelurahan Cibinong Siap Atasi Stunting

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

TM. Yusuf Syahputra Terpilih Sebagai Ketua IKM Depok

Senin, 29 November 2021 | 12:54 WIB

BKKBN Berikan Pembekalan Pada TKP Kelurahan Ciriung

Senin, 29 November 2021 | 12:47 WIB

Lembutnya Puding Coklat Roti tawar

Senin, 29 November 2021 | 11:39 WIB
X