• Sabtu, 29 Januari 2022

Hilman Latief Diamanahi Dirjen PHU, Haedar Nashir: Kader yang Profesional Layak Menempati Posisi Penting

- Senin, 4 Oktober 2021 | 13:32 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah - Foto: FB Haedar Nashir.
Ketua Umum PP Muhammadiyah - Foto: FB Haedar Nashir.

Edisi.co.id, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersyukur dan megapresiasi kadernya Ketua Lazismu Pusat, Hilman Latief  yang telah diamanahi sebagai Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qourmas. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta pada Jum’at, (01/10/2021)) lalu.

Haedar mengatakan, Hilman Latief tepat mendapatkan tugas sebagai Dirjen PHU Kemenag

“Sebagai kader Muhammadiyah dan warga bangsa, ia memiliki kualitas integritas, keilmuan, profesionalitas, relasi, manajerial, dan persyaratan lainnya yang objektif. Letakkan posisi di pemerintahan tersebut secara wajar dan proporsional untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara. Jabatan tersebut merupakan pengkhidmatan khusus memajukan urusan haji dan umrah yang menjadi hajat hidup umat bukan hanya di negeri ini, tetapi juga terkait dunia Islam,” tutur Haedar dikutip dari jibpost.id, Senin (4/10).

Baca Juga: Mensos Marah Tunjuk-tunjuk Pegawai PKH, Gubernur Rusli: Mensos Risma Telah Memberi Contoh Buruk

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, setiap kader yang profesional di berbagai bidang layak menempati posisi-posisi penting di lingkungan pemerintahan maupun dunia swasta, mereka memiliki persyaratan-persyaratan objektif bagi kepentingan publik.

“Sejak awal kemerdekaan, orang-orang berkeahlian dari Muhammadiyah memperoleh amanat kenegaraan, seperti Menag pertama Prof HM Rasyidi, Ketua KNIP dan Jaksa Agung pertama Mr Kasman Singodimedjo, Mensos Mulyadi Djoyomartono, dan lain-lain. Demikian halnya di masa Orde Baru, seperti Menag Prof Mukti Ali, Munawwir Sadzali, dan Tarmizi Tahir. Sama halnya di masa reformasi dari periode ke periode dari pusat sampai daerah di berbagai lini dan lingkaran,” imbuh Haedar.

Karenanya, Haedar meminta agar jabatan-jabatan publik itu disikapi secara wajar serta tidak perlu ada pikiran-pikiran negatif.

Baca Juga: Di SMP PCI, MGMP PAI Matangkan Sosialisasi Program Sekolah Mengaji

Muhammadiyah itu organisasi besar dan berusia lebih satu abad dengan kiprah yang luas di berbagai bidang kehidupan kemasyarakatan, keumatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan di ranah global. Orang-orang Muhammadiyah, lebih-lebih kader dan elitenya juga harus menempatkan diri secara elegan di pelataran yang luas sejalan kepribadian layaknya berada di organisasi besar dengan tradisi besar. Bukan menempatkan Muhammadiyah seperti organisasi kecil dengan tradisi kecil, yang menjauh dari dinamika kehidupan. Orang Muhammadiyah harus proaktif dan positif memerankan diri dalam kehidupan yang mesti dijalani sebagai aktualisasi ibadah dan kekhalifahan di muka bumi,” papar Haedar.

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seorang ABK Yang Tenggelam Masih Dalam Pencarian

Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:10 WIB

Sengketa Pertanahan Dapat Dicegah Karena Program PTSL

Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:36 WIB

Minyak Goreng di Kota Depok Turun Harga

Sabtu, 29 Januari 2022 | 09:48 WIB

Terjungkal Dan Makna Sholat

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:34 WIB

9.340 Warga di Kota Bogor Terima Program KKS Kemensos

Kamis, 27 Januari 2022 | 21:38 WIB
X