• Selasa, 30 November 2021

Anwar Abbas Minta Kementerian Agama Dibubarkan, Karena Membuat Gaduh

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:53 WIB
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan Anwar Abbas/Muhammadiyah.or.id
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan Anwar Abbas/Muhammadiyah.or.id

Edisi.co.id - Anwar Abbas pemerhati sosial ekonomi dan keagamaan menanggapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menurutnya, pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentu sangat kita sayangkan karena tidak menghargai kelompok dan elemen umat dan masyarakat lainnya.

"Tetapi ada jugalah bagusnya kehadiran dari pernyataan ini karena dengan adanya pernyataan tersebut menjadi terang benderanglah bagi kita semua warga bangsa, mengapa para pejabat di kemenag dan bahkan.juga para pegawainya dari atas sampai ke bawah serta juga rekor-rekor UIN dan IAIN di seluruh indonesia nyaris semuanya di pegang dan diisi oleh orang NU," jelas Anwar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10/2021).

Sebelumnya dalam suatu keterangan Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa kementeian agama bukan hadiah negara untuk umat islam tapi adalah hadiah negara spesifik untuk NU. Oleh karena itu adalah wajar kata menteri agama kalau NU memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Kemenag tersebut.

Baca Juga: PDAM Tirta Asasta Kota Depok Lakukan Bacod Dalam Era Digital

Ditambahkan oleh Anwar Abbas, apalagi kalau fakta dan fenomena ini kita kaitkan dengan pernyataan said agil siradj ketua umum PB NU yang menyatakan jabatan agama kalau tidak dipegang oleh NU maka bakal salah semua.

"Cara berfikir dan cara pandang seperti ini kalau kita kaitkan dengan masalah kebangsaan dan pengelolasn negara tentu jelas sangat naif dan tidak mencerminkan akal sehat," ujar Anwar.

Semestinya sebagai seorang menteri, lanjut Anwar, dan pemimpin umat, mereka lebih mencerminkan dan mengedepankan sikap arif serta bersikap dan bertindak sebagai negarawan.

Baca Juga: Viral! Kru Bus Antar Kota Lakukan Kekerasan Seksual Kepada Penumpang

Tetapi kita lihat sang menteri dan sang tokoh tersebut lebih mencerminkan sikap sebagai seorang politisi dan lebih menonjolkan ananiyah hizbiyyahnya dimana mereka lebih mengedepankan kepentingan partai serta kelompoknya dan mengabaikan serta tidak memperhatikan kepentingan kelompok serta elemen umat dan masyarakat lainnya.

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Terkini

Pemprov dan DPRD DKI Jakarta Menyetujui APBD Tahun 2022

Selasa, 30 November 2021 | 00:32 WIB

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Senin, 29 November 2021 | 22:13 WIB

Majalah Gontor Kunjungi Primago Islamic School Depok

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

Lagi, Erick Tohir Kembali Sidak Toilet SPBU Pertamina

Senin, 29 November 2021 | 20:37 WIB

TPK Kelurahan Cibinong Siap Atasi Stunting

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

TM. Yusuf Syahputra Terpilih Sebagai Ketua IKM Depok

Senin, 29 November 2021 | 12:54 WIB

BKKBN Berikan Pembekalan Pada TKP Kelurahan Ciriung

Senin, 29 November 2021 | 12:47 WIB

Lembutnya Puding Coklat Roti tawar

Senin, 29 November 2021 | 11:39 WIB
X