• Sabtu, 29 Januari 2022

Perpustakaan dan Museum Buya Roesli Abdul Wahid Segera Berdiri di Kabupaten Limapuluh Kota

- Senin, 8 November 2021 | 23:15 WIB
Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt.  Bandaro Rajo (kedua dari kiri), dan  Ir.H. Andi Harmaini, MM,  menandatangani nota kesepahaman untuk pembangunan  perpustakaan dan museum Buya Roesli Abdul Wahid.
Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo (kedua dari kiri), dan Ir.H. Andi Harmaini, MM, menandatangani nota kesepahaman untuk pembangunan perpustakaan dan museum Buya Roesli Abdul Wahid.

 

Edisi.co.id - Jejak sejarah para pendiri bangsa perlu terus dilestarikan, agar diketahui dan menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Pengalaman para pendahulu itu menjadi cermin yang sangat bermakna bagi kita dan terutama generasi muda.

Kesadaran itulah yang menjadi motivasi Pemeritah Kabupaten Limapuluh Kota dan Yayasan Roesli Abdul Wahid saat menandatangani Nota Kesepahaman pada Ahad, 7 November 2021 lalu. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bersamaan dengan Haul ke 22 Buya Roesli Abdul Wahid, di Jakarta, dilakukan oleh Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin, SH, Datuk Bandaro Rajo, dan Pengurus Yayasan Roesli Abdul Wahid, Ir.H. Andi Harmaini, MM, Datuk Pokan Bosar. Acara ini juga disaksikan oleh Wali Nagari Sungai Naniang, Penyul Hasni dan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Limapuluh Kota, Radimas.

Pihak Yayasan menyerahkan satu unit rumah beserta tanah milik ahli waris Hj. Zubaedah binti Ibrahim kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Rumah dan tanah yang terletak di Jorong Kampung Baru, Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akan dijadikan  perpustakaan dan museum ‘Buya Roesli Abdul Wahid’.

Baca Juga: Haul ke 22 Buya Roesli Abdul Wahid, Sosok Ulama Pendidik dan Negarawan

Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota akan segera membangun perpustakaan dan museum tersebut dimana pengelolaan selanjutnya juga akan ditangani langsung oleh  Pemerintah Kabupaten. Nantinya semua buku dan barang-barang milik Buya Roesli  akan dihimpun dalam bangunan itu sehingga bisa disaksikan dan dijadikan bahan pelajaran bagi generasi sekarang.

Buya Roesli lahir tanggal 9 November 1908, di Koto Tangah, Suliki, Luak Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Pada awalnya beliau hanya seorang guru di Madrasah Tarbiyah Islamiyah. Kemudian beliau turut membidani organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI) hingga menjadi partai politik Perti.

Dalam jabatan politik itu beliau pernah menjadi anggota Parlemen Sementara Republik Indonesia di tahun 1954. Hasil Pemilu 1955 beliau terpilih menjadi anggota DPR RI. Kemudian beliau diangkat menjadi Menteri Negara Urusan Irian Barat dalam kabinet Ali Sastroamidjojo (1956-1957). Pada tahun 1960-1965, beliau menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Baca Juga: PMI Bantu Tangani Banjir di Pancoran Mas

Buya Roesli juga pernah aktif di kancah internasional melalui oganisasi Liga Muslimin. Di  era 1980-an dan 1990-an beliau aktif di MUI, baik pusat maupun DKI Jakarta. Beliau wafat  25 Februari 1999, dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Halaman:

Editor: Asri Al Jufri

Tags

Terkini

Seorang ABK Yang Tenggelam Masih Dalam Pencarian

Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:10 WIB

Sengketa Pertanahan Dapat Dicegah Karena Program PTSL

Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:36 WIB

Minyak Goreng di Kota Depok Turun Harga

Sabtu, 29 Januari 2022 | 09:48 WIB

Terjungkal Dan Makna Sholat

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:34 WIB

9.340 Warga di Kota Bogor Terima Program KKS Kemensos

Kamis, 27 Januari 2022 | 21:38 WIB
X