• Selasa, 30 November 2021

Sekjen MN KAHMI, Manimbang Kahariady: Ada Upaya untuk Menghilangkan Peran Ulama dalam Mengawal Moral Bangsa

- Selasa, 23 November 2021 | 20:54 WIB
Sekjen MN KAHMI, Manimbang Kahariady (kanan) dalam salah satu kegiatan.
Sekjen MN KAHMI, Manimbang Kahariady (kanan) dalam salah satu kegiatan.

Edisi.co.id - Keinginan sebagian pihak untuk membubarkan organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) diduga merupakan  bagian dari upaya sistematis untuk menghilangkan peran ulama dalam mengawal moral bangsa. “Diduga ada gerakan sistematis untuk  menghilangkan peran para ulama dalam mengawal moral bangsa,” kata Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Manimbang Kahariady.

Menurut Manimbang, beberapa langkah  sistematis itu tampak dalam bentuk pengembangan opini menggunakan tokoh masyarakat atau opinion leader untuk mendegradasi peran ulama. Kemudian dilakukan adu-domba antar-umat, sehingga terjadi polarisasi yang kemudian mengarah pada eliminasi  organisasi para ulama itu.

Dalam keterangan khusus kepada edisi.co.id, Manimbang menjelaskan bahwa  tuntutan agar MUI dibubarkan, hanya karena perilaku oknumnya, sangatlah politis dan tendensius. Kesalahan oknum tidak bisa digeneralisir, yang kemudian melakukan tindakan yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Kepengurusan MUI yang berasal dari berbagai unsur organisasi, justru menegaskan komitmen bersama untuk menjunjung  prinsip-prinsip berdemokrasi sesuai napas dan semangat yang terkandung dalam Pancasila.

Baca Juga: Di Lebanon, Prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 Dianugerahi Medali Perdamaian dari PBB

“Sepertinya ada upaya untuk mengintrodusir sikap dan perilaku Islamophobia atau  stigmatisasi, labeling, yang diberikan kepada simbol-simbol keagamaan yang justru bisa mengganggu kohesi sosial dan merusak persatuan,” tegasnya.

Manimbang menghimbau masyarakat terutama warga Kahmi untuk tetap menjaga sikap kritis dan terus mengembangkan komunikasi, menjaga silaturrahmi dengan segenap eleman masyarakat dan para pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

“Kahmi bersama komponen masyarakat lainnya perlu terus berkontribusi dalam memajukan masyarakat dan bangsa, serta menjunjung tinggi sikap musyawarah dan menghargai perbedaan pendapat, yang berorientasi pada penyelesaian masalah,” tegasnya.

Baca Juga: Kini Pelaporan, Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik Daerah Bisa Real Time dan Akuntabel Melalui E-BMD

Menurutnya, para pimpinan organisasi Islam harus tetap menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebersamaan  dalam menghadapi gerakan yang secara sistematis berupaya mendelegitimasi institusi MUI. Selama ini MUI telah  menjadi katalisator antara umat dan pemerintah, serta menuntun umat melalui respon yang cepat dan solusi yang tepat terkait masalah-masalah keagamaan. ***

Halaman:

Editor: Asri Al Jufri

Tags

Terkini

Pemprov dan DPRD DKI Jakarta Menyetujui APBD Tahun 2022

Selasa, 30 November 2021 | 00:32 WIB

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Senin, 29 November 2021 | 22:13 WIB

Majalah Gontor Kunjungi Primago Islamic School Depok

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

Lagi, Erick Tohir Kembali Sidak Toilet SPBU Pertamina

Senin, 29 November 2021 | 20:37 WIB

TPK Kelurahan Cibinong Siap Atasi Stunting

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

TM. Yusuf Syahputra Terpilih Sebagai Ketua IKM Depok

Senin, 29 November 2021 | 12:54 WIB

BKKBN Berikan Pembekalan Pada TKP Kelurahan Ciriung

Senin, 29 November 2021 | 12:47 WIB

Lembutnya Puding Coklat Roti tawar

Senin, 29 November 2021 | 11:39 WIB
X