• Selasa, 30 November 2021

S.A.R Band Rilis Album Rock Minang Vol. 1, Paduan Musik Etnik dan Cadas

- Rabu, 24 November 2021 | 10:19 WIB

Edisi.co.id - Padang - Memproduksi ulang sebuah lagu yang dikenal dengan sebutan cover, jadi trend tersendiri bagi generasi muda saat ini. Jika yang di-cover adalah lagu daerah, nilai-nilai seni tradisi dan kebudayaan yang terkandung di dalam lagu tersebut harus tetap dijaga, apalagi ketika disajikan dalam genre musik rock yang cadas.

Ikut melestarikan nilai-nilai seni tradisi dan kebudayaan serta untuk semakin mendekatkan generasi muda dengan lagu daerah, S.A.R Band merilis album lagu Rock Minang Volume (Vol) 1 pada Rabu, 24 November 2021 di platform musik digital.

Album Rock Minang Vol. 1 sebelumnya telah diunggah S.A.R Band di kanal YouTube S.A.R Official dalam rilisan singel. Lagu-lagu S.A.R Band tersebut cukup menarik perhatian masyarakat, terutama dari kalangan milenial, mereka menjadikannya sebagai backsound untuk postingan di TikTok, Instagram, Facebook, dan lainnya.

S.A.R Band didirikan pada tahun 2016 oleh tiga anak muda kreatif di Padang, yaitu Ferdi Nanda (Gitaris), Ferry Octa Fernando (Bassis), dan Vivaldi Mariyanto (Drummer). Mereka sengaja belum merekrut vokalis tetap karena ingin mengajak eksis para penyanyi yang sering bergaul di basecamp mereka, studio musik Soni Audeo Record, yaitu Veni Apri Sopati, Yuna Sopran, dan Devi.

Baca Juga: Artis Korea park shin hye umumkan akan menikah dengan choi tae joon  

Vivaldi Mariyanto, Drummer S.A.R Band saat diwawancarai pada Rabu (24/11/2021) mengatakan, “Kami ingin ikut melestarikan nilai-nilai musik tradisi dan budaya Minang agar tidak memudar, melalui lagu-lagu lawas Minang yang kami rilis ulang dalam kemasan rock.”

Seperti dijelaskan Vivaldi Mariyanto, album lagu Rock Minang Vol. 1 yang dirilis S.A.R Band berisi 7 lagu dendang lawas Minang yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Meskipun album tersebut dikemas berkonsep rock, namun nilai-nilai musik tradisi Minang pada lagu-lagu tersebut tetap mereka jaga. Dalam penggarapannya, selain menggunakan alat-alat musik modern, aransemen musik album tersebut juga memakai alat-alat musik tradisional.

“Dengan konsep musik rock yang digabungkan dengan musik tradisi, di situlah membuatnya jadi sesuatu yang menarik,” kata Vivaldi Mariyanto.

Menurut Vivaldi Mariyanto, menggarap lagu tradisi Minang ke dalam genre rock bukan berarti mengubah semua unsur yang ada pada lagu menjadi rock. Terutama pada vokal, cara bernyanyi harus tetap mempertahankan nilai-nilai seni tradisi Minang, rock hanya jadi penyesuaiannya saja. Jika tidak dijaga, bisa merusak nilai-nilai seni tradisi dan budaya.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov dan DPRD DKI Jakarta Menyetujui APBD Tahun 2022

Selasa, 30 November 2021 | 00:32 WIB

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Senin, 29 November 2021 | 22:13 WIB

Majalah Gontor Kunjungi Primago Islamic School Depok

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

Lagi, Erick Tohir Kembali Sidak Toilet SPBU Pertamina

Senin, 29 November 2021 | 20:37 WIB

TPK Kelurahan Cibinong Siap Atasi Stunting

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

TM. Yusuf Syahputra Terpilih Sebagai Ketua IKM Depok

Senin, 29 November 2021 | 12:54 WIB

BKKBN Berikan Pembekalan Pada TKP Kelurahan Ciriung

Senin, 29 November 2021 | 12:47 WIB

Lembutnya Puding Coklat Roti tawar

Senin, 29 November 2021 | 11:39 WIB
X