• Sabtu, 26 November 2022

Komisi X Stop Kompetensi Dan Bentuk Tim Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 13:54 WIB

Edisi.co.id - "Tragedi di Stadion Kanjuruhan ini mewujudkan salah satu kejadian terburuk dalam sejarah Sepak Bola dunia. Pemerintah harus mempertegas menghentikan semua kompetisi sepak bola dan membentuk tim independent untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

 

Huda menyatakan Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini hanyalah puncak dari rentetan peristiwa jatuhnya korban di kapasitas Sepak Bola di Indonesia. Sebelum insiden Kanjuruhan, kapasitas Sepak Bola di Indonesia telah berharap korban nyawa baik di dalam maupun di luar stadion.

 

“Kami sudah berulang kali memberitahukan tidak ada sepak bola yang seharga nyawa manusia. Bergulirnya kapasitas sepak bola pasca-pandemi telah berharap korban. Di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, lalu di Yogyakarta. Tetapi tanggapan pemerintah biasa saja. Tidak ada pembenahan serius dalam pengendalian suporter maupun keamanan di dalam dan luar stadion,” tukasnya.

 

Huda menanyakan penggunaan gas air mata dalam upaya pengendalian suporter yang anarkis di pertandingan Arema vs Persebaya tersebut. Menurutnya berdasarkan pedoman 'FIFA Stadium Safety and Security Regulation' pasal 19 poin B disebutkan tidak boleh sama sekali penggunaan senjata api dan gas air mata untuk pengendalian massa.

 

“Tapi kenapa ini masih digunakan dalam SOP pengamanan suporter di Indonesia,” katanya.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Terkini

Edukasi Keamanan Pangan Sekolah dI Fajar Hidayah

Jumat, 25 November 2022 | 20:08 WIB

Viral Pria Jotos Petugas SPBU di Semarang

Rabu, 23 November 2022 | 21:24 WIB

FMIPA UI Kolaborasi Bersama EVOS Esport

Rabu, 23 November 2022 | 20:16 WIB

DPRD Kota Depok Resmi Setujui Raperda APBD 2023

Rabu, 23 November 2022 | 09:28 WIB
X