Edukasi Keamanan Pangan Sekolah dI Fajar Hidayah

- Jumat, 25 November 2022 | 20:08 WIB

Edisi.co.id - Fajar Hidayah bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menyelenggarakan Seminar terkait Ketahanan Pangan dengan Tema:" Edukasi Keamanan Pangan Sekolah"

Ketua yayasan Fajar Hidayah H. Mirdas Eka Yira,Lc.,M.Si menyatakan dalam sambutannya, rasa gembira dan terimakasih pada Dinas Ketahanan Pangan Kab Bogor yang telah berkenan mengadakan acara Seminar terkait Edukasi Keamanan Pangan Sekolah Kabupaten Bogor bersama Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah.
Terutama saat ini dunia global dibayangi ancaman krisis pangan.Sebagaimana juga telah disampaikan oleh menyeri Keuangan Sri Mulyani.

Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Sigit Wibowo, SH.,MH dalam sambutan tertulis yang dibacakaan oleh Ir. Sri Antoko, MM selaku Kepala Bidang Keamanan Pangan Kabupaten Bogor menyampaikan.
Bahwa Ketahanan Pangan sesuai yang tercantum dalam UU No. 18 thn 2012
Ketahan pangan adalah kemampuan seseorang mendapatkan makanan dan minuman dengan aman.
Kemanan Pangan dalam UU No. 18 tahun 2012 tersebut juga diatur tentang pangan sebagai sumber energi dan gizi.
Ketahanan Pangan adalah, menjaga agar makanan kita tetap aman higieneis bermutu dan sehat .
Menurut PIM ada empat masalah dalam pangan.
1. Pencemaran microba
2. Penggunaan makanan yang diizinkan namun pemakainnya diluar yang diizinkan
3. Adanya ancaman pembuatan makanan yang dicampur bahan berbahaya seperti formalin dll
4. Makanan berbahaya ketika tercemar dengan lingkungan sekitar . Seperti pencemaran industri.
Bahan makan yang mengandung residu adalah beresiki dan berbahya bagi kesehatan.
1. Bahan pewarna
2. Pengawet
3. Penyedap rasa
4. Anti gempal
5. Pemucat dan pengental

Aditya Sri Setiady,S.Pt
Memberikan Materi terkait Edukasi Kemanan Pangan Sekolah.mengawali dengan ucapan terimakasih atas sambutan Fajar Hidayah yang sangat baik terhadap kegiatan Seminar Ketahanan Pangan ini.
Beliau mengawali dengan penjelasan apa itu Pangan , adalah seseuatu yang bersumber dari hayati dan air yang dikonsumsi manusia . Baik itu diolah maupun tidak. Baik berupa bahan tambahan pangan,proses pengolahan pangan,termasuk bahan lainnya yang digunakan buat pangan.Baik buat makanan ataupun minuman.
Kemanan pangan adalah kondisi dan upaya yang dilakukan untuk mencegah pangan dari pencemaran baik bilogis, kimia dan benda lainnya.Yang dapat mengganggu dan merugikan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan , agama, keyakinan dan budaya masyarakat eehingga aman dikonsumsi.

Salah satu bahaya dalam makanan yang sering digunakan adalah Formalin, adalah larutan yang tidak berwarna namun memiliki bau yang sangat menyengat. Sehingga dia bersifat Neiro Toxcic. Dalam formalin terkandung 37% Formaldheid.

Penggunaan formalin biasanya buat perekat kayu lapis, desinfectan pembersih dari bakteri dan kuman dan juga pengawet mayat di rumah sakit serta pengawet sel organisme lainnya seperti hewan dan tumbuhan.

Dalam sesu tanya jawab yang berlansung hangat.
Adinda siswa kls 9 Fajar Hidayah menanyakan, sebagaimana diketahui bahwa
Formalin berbahaya dan banyak dalam makanan , bagaimana mengetahui positif negatif warnanya bila diuji keberadaanya dalam makanan tersebut.
Aditya Dwi Setiadi,S.Pt menjelaskan bahwa,
Formalin biasanya ada tiga jenis botol uji tatkala dimasukan formalin kalau warna merah berarti positif dan kalau putih berarti tidak ada.
Begitu juga borak kalau bereaksi dengan warna kunyit berarti positif karena kunyit memberi reaksi terhadap borak dan formalin.

Ade Sri mulyani, MM. Juga menambahkan, dalam botol uji ada zat yang bereaksi terhadap keberadaan firmalin, kalau warna merah pekat berarti kandungan tinggi. Kalau dia putih berarti negatif tidak mengandung. Jadi adanya senyawa yang akan memberi reaksi dalam bitol uni tersebut.

Saleh kls 10 menanyakan tingkat bahaya Formalin dan Borak. Lansung Pak Adit dari Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan,
Contoh makanan yang mengandung borak bakso, lontong ,kerupuk gendar bisa mengakibatkan depresi

Naura kls 11 Malaysia Fajar Hidayah, saya suka sirup lalau bagaimana membedakan mengandung
Dijawab Aditya Dwi Setiadi, kalau sirup yang bermerek seperti marjan dll itu tidak usah kuatir karena sudah diuji kandungannya ileh BPOM.
Namun kalau tanpa merek makanitu yang dikuatirkan akan mengandung bahan berbahaya.

Dra Ade SriMulyani memberikan kejutan doorprize buat para siswa Fajar Hidayah dengan memberikan beberapa pertanyaan.
Pertama sebutkan tiga pencemaran berbahaya dijawab Aditya kls 6 SD
Pencemaran biologi, kimia dan fisik.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Artikel Terkait

Terkini

IPeKB Jawa Barat Gelar Rakerda 2023

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:49 WIB

Tak Mempan Bujuk Rayu Parpol Gaet Kaesang

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:54 WIB

Dishub dan Satlantas Depok Tutup Lima U-Turn GDC

Rabu, 25 Januari 2023 | 20:20 WIB

BKD Depok Targetkan PBB-P2 Sebesar 385 Miliar

Rabu, 25 Januari 2023 | 20:16 WIB

Loksem JP 44 di Pegangsaan Selesai Direvitalisasi

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:03 WIB
X