• Sabtu, 26 November 2022

Jadikan Koperasi Sebagai Solusi Pasca Pandemi

- Sabtu, 26 Maret 2022 | 14:59 WIB
Kantor Koperasi Berkah Madani di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Kantor Koperasi Berkah Madani di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Edisi.co.id - Dalam menghadapi kondisi Covid-19 akhir-akhir ini, hampir semua sektor usaha merasakan dampaknya, terlebih sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Hal tersebut juga berpengaruh pada bisnis pembiayaan mikro yang dilakukan berbagai jenis lembaga keuangan mikro seperti koperasi, dll.

Seperti diakui oleh Ketua KSPPS BMT Berkah Madani, Johan Machrobi. “Akibat pandemi Covid-19, pembiayaan kita sedikit menurun,” katanya saat memberikan Laporan Pertanggung Jawaban, pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17, di Depok, 26 Maret 2022.

Kalau pada tahun 2020, KSPPS BMT Berkah Madani mampu menyalurkan pembiayaan hingga Rp 6,84 miliar, maka pada tahun 2021 lalu sedikit menurun menjadi Rp 6,04 miliar. Penurunan itu juga berdampak pada pendapatan dan Sisa Hasil Usaha (SHU). Sedangkan untuk jumlah anggota justru mengalami penambahan sebanyak 44 orang, sehingga menjadi 1.062 orang.

Baca Juga: Kecelakaan di Bekasi Merenggut Nyawa

Meski demikian, apa yang dicapai KSPPS BMT Berkah Madani tetap mendapat apresiasi dari Pengurus Dekopinda Kota Depok, Purwanto. Menurutnya, melihat besarnya dampak Covid-19 terhadap sektor usaha termasuk usaha di bidang pembiayaan mikro, maka apa yang dicapai KJKS Berkah Madani sudah termasuk bagus. Setidaknya mampu mempertahankan kinerja dalam kondisi sulit serta bisa melaksanakan  RAT tepat waktu.

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Ibu Wahyuni dari Kementerian Koperasi &  UMK.

Menurut data Dekopinda Kota Depok tahun 2020, dari sekitar 700 koperasi di daerah ini, hanya sekitar 10 persen yang melaksanakan RAT.   Hal tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar justru tidak aktif dan mengalami penurunan kinerja.

Baca Juga: Foto: Persaudaraan Alumni 212 Gelar Aksi Massa di Patung Kuda, Bentangkan Berbagai Spanduk

Menurut Purwanto, banyak faktor yang menyebabkan  penurunan kinerja,  selain karena pandemi Covid-19,  juga pengaruh dari pinjaman online (pinjol) yang marak akhir-akhir ini.

Halaman:

Editor: Asri Al Jufri

Tags

Terkini

Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Baik

Kamis, 24 November 2022 | 12:45 WIB

Manuver Terbaru Crazy Rich Subang di Saham BEBS

Kamis, 24 November 2022 | 11:45 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Lemah

Kamis, 24 November 2022 | 11:15 WIB

Pesta Saham Energi Mega Persada (ENRG) Periode 2022

Selasa, 22 November 2022 | 16:02 WIB

Sejak Beroperasi Tol Atlantis Masih Gratis

Selasa, 22 November 2022 | 15:56 WIB

Usai OPEC+ Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Selasa, 22 November 2022 | 15:48 WIB

GOTO Raup Pendapatan Kotor Rp16 Triliun Kuartal III?

Senin, 21 November 2022 | 12:45 WIB
X