Desa Adat dengan Suhu Udara yang sejuk ini menyimpan potensi Wisata Alam

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 12:05 WIB

Edisi.co.id - Desa Adat Tegal di Kecamatan Kubutambahan tak saja terkenal dengan perkebunan cengkeh. Desa adat dengan suhu udara yang sejuk ini menyimpan potensi wisata alam. Di wewidangan desa adat ini terdapat dua lokasi objek wisata alam berupa air terjun. Sadar dengan potensi itu, prajuru desa adat bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Mengening, Kecamatan Kubutambahan bergendeng tangan tangan untuk bersama-sama merintis pengembangan objek wisata alam di desa mereka.

Kelian Desa Adat Tegal Kadek Astawawijaya didampingi Penyarikan, Kadek Sri Dana, Kamis 20 Oktober 2022 mengatakan, desa adat ini terdiri dari empat wilayah banjar adat yaitu, Tempekan I Tegal, Tempekan 2 Pengantukan, Tempekan 3 Mengening, dan Banjar Adat Tempekan 4 Pembulan.

Di banjar adat itu tinggal sebanyak 550 kepala keluarga (KK) sebagai krama desa. Selain menjadi petani perkebunan cengkeh, krama desa juga menjadi buruh tani serabutan, dan sisanya kalangan pegawai, dan kariyawan suwasta, hingga TNI/ Polri. Sesuai dresta yang berlaku, seluruh krama desa bertanggung jawab sebagai pangempon baik di Pura Kayangan Tiga dan Khayangan Desa. Untuk Khayangan Tiga terdiri dari Pura Desa, Puseh, dan Pura Dalem.

Baca Juga: Penyaluran KUR Berbasis Kluster Oleh Pemerintah

Sementara, Khayangan Desa rinciannya, Pura Mengening, Pengaturan, Kemulan, Beji/ Taman, Prajapati, dan Pura Tirta Juwuk. “Sesuai awig setiap krama desa kami ini menjadi pengempon sekaligus bertangungjawab untuk menjaga kelestarian dan kesuciannya,” katanya. Menurut Kelian Desa Adat Tegal, Astawawijaya, selama ini penghasilan krama desa adalah dari hasil berkebun cengkeh. Ada juga menjadi petani penggerap lahan milik warga lain.

Belakangan ini tidak saja pada sektor perkebunan, namun desa dinas dan bersama pemeirntahan desa adat merintis pengembangan desa wisata. Ini dilakukan karena di wewidangan banjar adat tempekan 4 kemulan terdapat dua lokasi air terjun. Sejak ditemukan, air terjun ini dikenal dengan nama “Air Terjun Kebo Iwa” dan “Air Terjun Batu Meteras. Ketinggian curahan aliran airnya cukup tinggi, di mana antara 35 sampai 50 meter untuk di loaksi “Air Terjun Batu Meteras”.

Sedangkan, Air Terjun Kebo Iwa curahan aliran airnya lebih rendah, namun lokasinya paling dekat dengan parkir di jalan raya di pusat desa. “Sudah ada sejak lama dan oleh pemerintah desa dinas dan kami di desa adat sedang merintis agar objek ini sebagai daya tarik wisata di desa kami,” jelasnya.

Sejak mulai diperkenalkan dengan promosi dari mulut ke mulut dan melalui media sosial (medsos), beberapa pengunjung dari wisatawan lokal ada tertarik mengunjungi air terjun di desanya itu. Hanya saja, belakangan kendala yang dihadapi adalah sulitnya akses untuk menjangkau ke loaksi air terjun yang berdekatan itu. Saat ini baru jalan setapak dan kondisinya terjal, sehingga masih menyulitkan untuk dilalui pengunjung.

Untuk itu, pihkanya sudah memprogramkan bersama pemerintahan desa untuk bersama-sama melengkapi fasilitas penunjang objek wisata. “Kalau dari loaksi parkir jalan raya memang dekat, tapi jalan maish tanah dan terjal, ini tantangan dan kami sudah komitmen bersama desa dinas untuk bersama-sama melengkapi fasilitas dan mengembangkan obyek air terjun ini, sehingga nantinya menjadi sumber pendapatan dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut Ini Adalah Rekomendasi Hotel Kawasan Pecinan

Selasa, 24 Januari 2023 | 12:20 WIB

Wisata Kopi Indonesia Mempunya Potensi Besar

Senin, 9 Januari 2023 | 03:19 WIB
X