• Rabu, 30 November 2022

Simak pengenalan wisata Huta Siallagan di Pulau Samosir

- Rabu, 23 November 2022 | 15:45 WIB

 
Edisi.co.id - Huta Siallagan adalah kampung adat suku Batak Toba di Ambarita, Kabupaten Samosir. Anda bisa mencapai tempat ini kurang lebih 2 km dari pelabuhan Ambarita.

Pemerintah baru saja menata ulang objek wisata ini sebagai daya tarik utama Sumatera Utara. Mulai dari Rumah Bolon, Pusat Oleh-Oleh, Batu Sentuhan, dan fasilitas pendukung lainnya di Huta Siallagan telah ditingkatkan.

Baca Juga: Perusahaan Pizza Di As Mulai Gunakan Mobil Listrik

Dalam bahasa Batak, kata Huta dapat diartikan sebagai desa atau perkampungan. Jadi bisa diartikan bahwa Huta Siallagan adalah sebuah perkampungan orang Batak yang nama keluarganya adalah Siallagan. Menurut kepercayaan Huta Siallagan, ini adalah salah satu desa kanibal di pulau Samosir.

Sesampainya di tempat ini, kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 di loket yang ada di depan pintu masuk Huta Siallagan. Luas situs Huta Siallagan sekitar 2000 meter persegi yang dikelilingi oleh tembok batu yang ditempatkan pada ketinggian 2 meter.

Setelah membayar tiket masuk, kami langsung melihat delapan rumah Bolon berjejer di sepanjang alun-alun ini. Yang paling menarik dari pemandangan ini adalah batu ujian. Batu percobaan ini menjadi saksi sejarah pembelaan hukum di Samosir.

Tempat adalah letak suatu lembaga peradilan di mana ia memutuskan hukuman seseorang yang bersalah atas kejahatan berat atau ringan. Ada juga rumah budak sebelum narapidana diikat dulu.

Setelah itu adalah tempat eksekusi, setelah itu dilakukan penghakiman dan hukuman sesuai dengan kejahatannya. Para pelaku kejahatan akan dieksekusi di atas batu percobaan sesuai dengan keputusan pengadilan.

Di tempat ini kita juga bisa melihat atau ikut turis menari di Tor Toria di Huta Siallagan dengan dipandu oleh seorang guide. Mereka juga menawarkan beberapa pria dan kekayaan untuk penari tortori.

Sambil menari tor tor, pengunjung diajak menari bersama di ruang dansa, menancapkan uang di kedua jarinya, dan terakhir uang tersebut ditaruh di keranjang di samping patung Sigale-gale.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Artikel Terkait

Terkini

Desa Wisata Silokek  

Jumat, 25 November 2022 | 15:15 WIB

Desa Wisata Apar  

Jumat, 25 November 2022 | 15:00 WIB

Desa Wisata Kubu Gadang

Jumat, 25 November 2022 | 14:45 WIB

Nagari Pariangan, Desa Wisata terbaik di Indonesia

Jumat, 25 November 2022 | 11:31 WIB

Wisata Pantai Batu Hiu

Kamis, 24 November 2022 | 15:45 WIB

Wisata Green Canyon

Kamis, 24 November 2022 | 15:15 WIB

Wisata Curug Taringgul (Green Jorge)

Kamis, 24 November 2022 | 14:45 WIB

Wisata Pantai Batu Karas

Kamis, 24 November 2022 | 14:45 WIB

Keindahan Pantai Ulee Lheue Banda Aceh

Kamis, 24 November 2022 | 13:45 WIB

Tempat Wisata Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya

Rabu, 23 November 2022 | 15:30 WIB

Curug Cantik Tersembunyi di Cianjur

Rabu, 23 November 2022 | 15:00 WIB
X