• Selasa, 26 Oktober 2021

Kominfo Nyatakan Dukung 4 Inisiatif Pembangunan Strategis Digitalisasi di Indonesia

- Kamis, 16 September 2021 | 17:07 WIB
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyambut baik kegiatan konferensi yang diadakan oleh lintasarta
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyambut baik kegiatan konferensi yang diadakan oleh lintasarta

Edisi.co.id Lintasarta, perusahaan Total Solution Informasi and Communication Technology (ICT) terkemuka di Indonesia menggelar konferensi nasional bagi para penggiat industri teknologi dan komunikasi di Indonesia bertajuk “Lintasarta Cloudeka Conference: ICT & Business Outlook 2022” secara virtual melalui platform digital Zoom (15/9/21). Konferensi yang betujuan membagikan tren ICT 2022 ini turut dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta lintas sektoral dari industri banking atau finance, manufaktur, e-commerce, retail, otomotif, transportasi, logistik, pertambangan, energi, dan pemerintahan.

Hadir sebagai keynote speaker, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan konferensi yang dileselenggarakan oleh Lintasarta dalam rangka mendukung implementasi digitalisasi di Indonesia. “Semoga acara ini dapat memberikan insight untuk para pelaku bisnis dan IT di Indonesia,” kata Semuel Abrijani Pangerapan dalam pemaparannya pada acara.

Semuel menuturkan, dalam pembangunan telekomunikasi untuk mendukung digitalisasi di Indonesia, Kominfo mendukung empat inisiatif pembangunan strategis yaitu, infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Semuel menilai, pandemi Covid-19 telah melahirkan tren pasar baru di industri telekomunikasi tahun 2021, seperti peningkatan permintaan terhadap solusi entertainment, rumah yang terhubung dengan IoT, gamming, aktivitas sosial, kesehatan, hingga edukasi digital untuk kegiatan sehari-hari. “Kebutuhan data center pun meningkat pesat sehingga industri cloud computing menghadapi persaingan ketat dari para pemain lokal maupun asing,” ucapnya.

 Baca Juga: Gelar Virtual Conference, Lintasarta Hadirkan Solusi Cloud Bagi Korporasi dan Launching Lintasarta Cloudeka

Lebih lanjut ia mengatakan, transformasi digital adalah pilar utama yang harus menjadi fokus pemerintah pada tahun 2021 untuk memastikan pelayanan publik dan tata kelola yang efektif. New normal menjadi katalisasi untuk peningkatan inovasi digital, beralih ke solusi inovatif sesuai dengan kondisi New Normal. “Tahun 2021 akan menjadi tahun pertama pemulihan ekonomi global dan teknologi digital dapat membantu Indonesia menjalani recovery di tahun 2022,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mendukung percepatan pemulihan nasional, ada beberapa strategi yang harus dikembangkan berdasarkan situasi yang kita hadapi saat ini, dimana pemerintah telah mempersiapkan tiga hal untuk mendukung pertumbuhan di Indonesia pada tahun 2022. “Pertama, pembuatan strategi digital, kedua memperlihatkan ketersediaan sistem atau infrastruktur yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan, dan ketiga perusahaan perlu memiliki fungsi komunikasi yang agile dan responsif,” tutupnya.

Sejalan dengan itu, Arya Damar selaku President Director Lintasarta meyakini bahwa teknologi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, terlebih saat ini Indonesia tengah memasuki fase transformasi digital. “Teknologi memiliki dampak langsung pada proses bisnis, bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) bekerja, bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya, dan bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kinerja serta penjualannya,” ujar Arya.

 Arya menyebutkan, sebagaimana yang dipaparkan dalam survei yang dilakukan oleh Gartner tahun ini, perusahaan dengan insiatif akselerasi digital mendapatkan peningkatan persentase penjualan dan net profit lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tidak berinisiatif melakukan akselerasi digital. Maka, menurutnya tak heran jika saat ini banyak perusahaan yang mengalokasikan anggaran lebih banyak untuk penggunaan Teknologi Informasi (TI) demi mempercepat akselerasi digital.

Baca Juga: Kini Utang Luar Negeri RI Hampir Tembus 6 Ribu Triliun

“Kalau kita jadikan contoh, kita bisa melihat bahwa setiap tahunnya start-up di Indonesia rata- rata mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari sisi penjualan ataupun kinerjanya, sehingga terus bermunculan start-up baru karena perkembangan teknologi terus dilakukan dan diperbaharui dengan berbagai inovasi sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LRT Jabodetabek Tabrakan di Jalur Layang Cibubur

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:21 WIB

Sesama Bus Transjakarta alami Tabrakan

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Ini Kriteria Penerima Insentif Kartu Prakerja

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:27 WIB

Al-Iman Selenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:26 WIB
X