• Rabu, 26 Januari 2022

Napoleon Aniaya M Kece di Rutan, PB NU: Tidak Dibenarkan, Seharusnya Mendakwahi Bukan Memukul

- Senin, 20 September 2021 | 22:22 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud - Foto: Dok NU
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud - Foto: Dok NU

Edisi.co.id, Jakarta - Tindakan Irjen Napoleon Bonaparte yang menganiaya tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri mendapat perhatian sejumlah kalangan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud, tidak membenarkan tindakan Irjen Napoleon tersebut.

Menurut Marsudi, jika Irjen Napoleon tak suka Muhammad Kece menista agama, Napoleon seharusnya mendakwahi bukan memukul.

Baca Juga: Ikuti Aturan Baru! 1.400 Penumpang Pesawat Dari Luar Negeri Wajib Tes PCR

“Alasan apa saja, kalau itu untuk berbuat kekerasan terhadap orang lain, itu tidak dibenarkan,” ujar tokoh NU tersebut seperti dkutip dari, makasar.terkini.id Senin (20/9/2021).

Marsudi mengungkapkan bahwa pendekatan Islam bukanlah pendekatan kekerasan. Namun, pendekatan dakwah dengan cara damai.

“Itu agama sifatnya hidayah dari Allah. Maka pendekatannya dengan dakwah, bukan dengan kekerasan. Kalau (perbuatan) alasan agama, pendekatan dengan dakwah, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Baca Juga: Lagi Terjadi Penyerangan Terhadap Ustadz, Kali Ini di Batam

Marsudi menjelaskan, jika ada orang yang berbuat salah dan melenceng dari agama, maka seharusnya tidak boleh dikasari

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ancaman Perang Dunia Ke 3, AS Dan Rusia

Rabu, 26 Januari 2022 | 19:07 WIB

Ditemukan Jasad Pria Dikelilingi Ratusan Ular

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:28 WIB

Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:02 WIB

Aturan masuk Mall, akibat PPKM jakarta diperpanjang

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:17 WIB
X