• Rabu, 19 Januari 2022

LADI Ternyata Tak Pernah Kirim Sampel Uji Doping dan Belum Punya Laboratorium Tes Anti Doping

- Senin, 18 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Dengan perhitungan biaya dan efektifitas tersebut, sebetulnya Indonesia tengah berencana membangun laboratorium anti-doping di dalam negeri.

Baca Juga: Dadan Wildan, Profesor Paling Muda yang Kini 16 Tahun Bertahan Jadi Pejabat Tinggi Istana

Wacana tersebut ada sejak tahun 2020, hal itu dinyatakan oleh Menpora pada rapat virtual dengan WADA, Selasa, (6/10/2020).

Bahkan, Menpora telah meningkatkan rencana anggaran terhadap LADI.

"Kami sampaikan bahwa rencana keuangan dukungan terhadap LADI meningkat sekitar 500% pada tahun 2021 dan selanjutnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang diantaranya akan digunakan untuk peningkatan jumlah test doping dan pembangunan labolatorium anti doping di Indonesia" tegasnya.

Senada dengan Menpora, Ketua MPR pun mendukung rencana pembuatan laboratorium tes doping.

"Daripada kita melakukan test anti doping di luar negeri yang bisa memakan biaya berkisar Rp 7 jutaan per sampel, lebih baik kita memiliki laboratorium anti doping sendiri. Terlebih menurut LADI, harga peralatan labolatoriumnya tidak terlalu besar. Berkisar Rp 200 miliar," ujarnya dalam pertemuan dengan pengurus LADI pada Jumat, (1/10/2021), di Jakarta.

Kendati demikian, rencana pembangunan tersebut nampaknya belum dieksekusi.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ITB Ciptakan Bensin, Sukses Uji Coba

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB

'Nusantara' Menjadi Nama Ibu Kota Baru

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:03 WIB

Puluhan Rumah di Jember Tergenang Banjir

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:15 WIB

PTM 100% Kasus Covid19 Meningkat

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:35 WIB

Viral! Gus Arya Menantang Tuhan, Menggema di Medsos

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:16 WIB

Pelajar Bantul Ditemukan Tewas di Dasar Sungai Oya

Selasa, 18 Januari 2022 | 11:22 WIB

WASPADA! Virus Covid-19 di Depok Mulai Meningkat

Senin, 17 Januari 2022 | 19:48 WIB
X