• Minggu, 23 Januari 2022

Keterwakilan Perempuan dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makin Menurun

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:40 WIB
Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

Edisi.co.id – Sejumlah perempuan yang tergabung dalam komunitas Maju Perempuan Indonesia (MPI) merasa prihatin atas kecenderungan semakin menurunnya keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut tampak dalam keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Pemilu 2014 dan 2019, dimana hanya ada seorang perempuan di masing-masing lembaga itu.

Padahal pada Pemilu 2009, sesuai amanah UU No. 22/2007, porsi perempuan lebih dari  30 persen. Bahkan di Bawaslu Pemilu 2009, jumlah perempuan lebih dari 50 persen.

Karena itu, dalam menghadapi Pemilu 2024, sejumlah perempuan yang tergabung dalam MPI,  telah memberikan masukan kepada Tim Seleksi (Timsel) KPU dan Bawasu agar kejadian pada dua  pemilu terakhir tidak terulang. Hal tersebut disampaikan MPI dalam audensi secara daring dengan Tim Seleksi KPU dan Bawaslu, Rabu, 1 Desember 2021.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Khofifah : Mohon Doa Mugi Selamet Sedoyo

Hadir dalam audensi itu seluruh Anggota Timsel yang dipimpin ketuanya, Juri Ardiantoro. Sedangkan dari pihak MPI hadir Koordinator MPI, Lena Maryana Mukti, beserta para tokoh perempuan seperti Valina Singka Subekti (akademisi), Nia Sjarifudin (Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika), dan Dwi Septiawati Djafar (Kaukus Perempuan Politik Indonesia). Tampak juga Mike Verawati (Koalisi Perempuan Indonesia), Listyowati (Kalyanamitra), dan Yuda Irlang (Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Perempuan dan Politik), dan beberapa lainnya.

Banyak masukan yang disampaikan MPI kepada Timsel yang sekarang sedang melakukan proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu untuk Pemilu 2024. Calon yang terpilih akan diajukan kepada pemerintah, kemudian dilakukan fit and proper test oleh DPR. MPI meminta agar calon yang diajukan kepada pemerintah benar-benar memenuhi ketentuan minimal 30 persen perempuan.

Baca Juga: Transjakarta Hentikan Sementara Operator Bus yang Mengalami Kecelakaan

“Keterwakilan 30 persen perempuan pada KPU dan Bawaslu akan mendorong komitmen pemenuhan 30 persen perempuan pada struktur di level bawah. Dengan demikian, Timsel harus memastikan lolosnya minimal 30 persen perempuan dalam 14 nama calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu,” ujar Mike Verawati, Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

Sementara Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan dan Politik (Ansipol), Yuda Irlang menilai keterwakilan perempuan  di lembaga penyelenggara pemilu ini sangat penting dalam upaya  mewujudkan keterwakilan perempun di lembaga legislatif.

Halaman:

Editor: Asri Al Jufri

Tags

Terkini

Diduga Bandar Narkoba Suap Kapolrestabes Medan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:05 WIB

Beberapa Khasiat Gurita untuk Kesehatan

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:59 WIB

Kota Depok Akan Mengembangkan Lebah Trigona

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:07 WIB

Bank Indonesia Diretas Ransomware Conti

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:34 WIB

Seorang Pria Hilang Saat Melewati Sungai

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:40 WIB
X