• Sabtu, 1 Oktober 2022

Pemerintah Terus Dorong Ekonomi Hijau Bagi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

- Kamis, 22 September 2022 | 09:58 WIB

Edisi.co.id - Strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan telah diwujudkan dalam berbagai upaya Pemerintah yang diantaranya melalui komitmen mencapai net-zero emissions di tahun 2060 atau lebih cepat. Lewat hal tersebut, ekonomi hijau dapat diharapkan menjadi mainstream dari kebijakan Pemerintah.

Baca Juga: Ketua TP-PKK: Kota Depok Punya Banyak Potensi, Salah Satunya SDM Unggul

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa energi alternatif atau renewable energy memiliki cost competitive yang setara sekaligus dapat menjaga baseload yang diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan secara virtual oleh Menko Airlangga dalam acara The Cooler Earth Sustainability Summit 2022 yang diselenggarakan oleh CIMB Niaga.

Pembiayaan hijau juga berperan penting dalam mendukung transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Terkait pembiayaan hijau tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Pemerintah mendorong berbagai instrumen antara lain Green Sukuk dan juga beberapa pemanfaatan dari refinancing Green Sukuk dengan pengembangan pembangunan fasilitas dan infrastruktur energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya, mikrohidro dan minihidro.

“Instrumen alternatif seperti blended finance juga disiapkan, terutama skema pembiayaan dengan menampung dana dari filantropi atau swasta serta dari berbagai lembaga pengelola dana multinasional ataupun perencanaan seperti ADB atau World Bank.  Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup juga telah didirikan untuk membantu pembiayaan pada program ekonomi hijau,” jelas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa beberapa program EBT di Indonesia dibantu dari pembiayaan lembaga-lembaga yang berbentuk Development Finance Institution (DFI) dan Export Credit Agency (ECA). Sebagai informasi, diperkirakan Indonesia membutuhkan investasi hingga tahun 2060 sebesar 77.000 triliun rupiah untuk mencapai berbagai target mencapai net-zero emmissions di tahun 2060. Menko Airlangga menyampaikan bahwa koordinasi dan integrasi menjadi penting dalam melakukan transformasi ekonomi hijau karena transformasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh stakeholder.

“Negara-negara lain tengah berlomba untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau, termasuk Indonesia. Ke depan, pangsa bahan bakar fosil akan berkurang dan energi bersih akan meningkat. Tentunya ini akan kita dorong untuk memperbaiki bauran energi,” pungkas Menko Airlangga.

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BLT BBM Meringankan Ekonomi Keluarga di Kupang

Jumat, 30 September 2022 | 14:39 WIB

Pertumbuhan Pesat Ekonomi Swasta China

Jumat, 30 September 2022 | 14:27 WIB

Rencana Ekonomi Kontroversial Inggris

Jumat, 30 September 2022 | 12:27 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi di G20

Jumat, 30 September 2022 | 12:23 WIB

Dunia Melihat Indonesia Sebagai Negara Adikuasa Baru

Kamis, 29 September 2022 | 12:42 WIB

Menko Airlangga Mengapresiasi Kinerja Emiten

Kamis, 29 September 2022 | 12:34 WIB

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Ekonomi Digital

Kamis, 29 September 2022 | 12:30 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Terhambat, BI Naikkan Suku Bunga

Senin, 26 September 2022 | 15:20 WIB

Daftar Tarif Terbaru Layanan Grab

Senin, 26 September 2022 | 15:10 WIB

Pelabuhan Prigi Menjadi Pengungkit Ekonomi Pesisir

Senin, 26 September 2022 | 14:25 WIB

BI Perkiraan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok

Jumat, 23 September 2022 | 10:36 WIB
X