• Kamis, 27 Januari 2022

Empat Perguruan Tinggi sinergi gelar Webinar Merdeka Experience based knowledge dalam Mitigasi Bencana

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:09 WIB

 

edisi.co.id- Universitas Indonesia (UI) melalui Disaster Risk Reduction Center (DRRC) dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), bekerja sama dengan Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Kampus Makasar, Bandung dan Jakarta yang berada di bawah Lembaga Administrasi Negara (LAN), Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN), dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Academy menyelenggarakan webinar Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) bertajuk “Experience-Based Knowledge dalam Mitigasi Bencana di Indonesia”. Acara ini diikuti 990 orang melalui Zoom Meeting. Mereka berasal dari UI, UNHAN, STIA LAN Kampus Makasar, Jakarta, dan Bandung, BKI Academy, dan partisipan lain. 

Empat pembicara mengisi webinar ini, yaitu dosen Fakultas Ilmu Administrasi UI, Dr. Rachma Fitriati, M.Si., (HAN), Kepala BNPB 2019-2021 dan Dosen Luar Biasa Manajemen Bencana SIL UI, Letjen TNI (Purn.) Dr. (H.C) Doni Monardo, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. Tb. H. Ace Hasain Syadzily, M.Si., dan Deputi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2019 dan Centre for Innovation Policy and Governance Indonesia, Yanuar Nugroho, Ph.D.

Pada saat menyampaikan keynote speech, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR., CIQaR., IPU., selaku Rektor Universitas Pertahanan menyampaikan bahwa webinar ini adalah salah satu bentuk wujud konkrit dari kegiatan MBKM sehingga kolaborasi berbagai perguruan tinggi ini akan hadir sebagai mata air bagi kemajuan dan pembangunan bangsa, yang turut mewarnai budaya dan peradaban bangsa secara langsung. Penggunaan experience-based bermanfaat untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam mencegah terjadinya bencana pada suatu wilayah. Sementara itu, Direktur Utama PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Dr. Ir. Rudiyanto Dip., ISM, MIIRSM., MM., MBA., mengapresiasi kolaborasi berbagai perguruan tinggi, sehingga para narasumber yang terdiri dari para pakar dan praktisi dapat sharing knowledge tentang pengalaman tata kelola mitigas bencana dan kebijakannya sehingga dapat menghasilkan pengetahuan.

 

Prof. Fatma Lestari, Ketua DRRC UI, menyatakan apresiasi terhadap penyelenggaran program MBKM yang sangat bermanfaat dalam memberikan ruang aplikatif dari hal-hal teoritis yang dipelajari oleh mahasiswa di dalam kelas. “Dengan keberadaan program MBKM, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari aktor lapangan dalam bidang mitigasi bencana tentang penerapan teori experience-based. Semoga setelah mengikuti webinar ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan baru seputar mitigasi bencana dan teori experience-based,” ujar Fatma.

Doni Monardo menyampaikan mengenai tata kelola mitigasi bencana alam dan non-alam di Indonesia. Bencana alam terdiri dari tsunami, kebakaran hutan dan lahan, serta banjir, sedangkan bencana non-alam terdiri dari limbah, land subsidence, epidemik, dan gagal teknologi. “Bencana alam seperti tsunami terjadi karena perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Jika terjadi gempa terus-menerus di daerah rawan tsunami lebih dari 20 detik, maka masyarakat diharapkan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Doni.

Setiap tahun, bencana alam seperti bencana kebakaran hutan dan lahan sering terjadi, dimana 99% diakibatkan oleh perilaku manusia dan 80% lahan yang terbakar menjadi kebun. Dalam bencana tersebut, terdapat langkah-langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti memprioritaskan upaya pencegahan, infrastruktur monitoring dan pengawasan sampai tingkat bawah, cari solusi permanen agar tidak ada yang membuka lahan dengan cara membakar, melakukan penataan ekosistem gambut, jangan biarkan api membesar, serta melakukan langkah penegakan hukum tanpa kompromi.

Selain itu, bencana banjir juga banyak memakan korban yang cukup besar karena alih fungsi lahan di bagian hulu. Tiga aktivitas yang merusak kawasan hulu, yaitu illegal mining (penambakan ilegal), illegal logging (penebangan liar), dan alih fungsi lahan pertanian, perkebunan, dan permukiman. Beberapa arahan dari Presiden Joko Widodo, antara lain dengan melakukan reforestasi penghijauan, percepatan penyelesaian Bendungan Sukamahi dan Ciawi, serta percepatan penyelesaian sodetan Ciliwung Kanal Banjir Timur.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ancaman Perang Dunia Ke 3, AS Dan Rusia

Rabu, 26 Januari 2022 | 19:07 WIB

Ditemukan Jasad Pria Dikelilingi Ratusan Ular

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:28 WIB

Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:02 WIB

Aturan masuk Mall, akibat PPKM jakarta diperpanjang

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:17 WIB
X