• Selasa, 26 Oktober 2021

Miliki 164 PTS, Haedar Nashir: Tak Ingin Muhammadiyah Terjebak Dalam Kuantitas dan Melupakan Kualitas

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:25 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - Foto: Istimewa (Muhammadiyah)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - Foto: Istimewa (Muhammadiyah)

Edisi.co.id, Jakarta - Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi masa paling sukses dalam menggelar pendidikan tinggi. Kini Muhammadiyah telah memiliki 164 Perguruan Tinggi Swasta  (PTS) yang tersebar di seluruh Indonesia dan satu perguruan tinggi di Perlis, Malaysia.

Meski demikian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku masih banyak menahan geliat pimpinan daerah untuk mendirikan universitas, sebab Haedar tak ingin Muhammadiyah terjebak dalam kuantitas saja dan melupakan kualitas.

“Bahkan kalau tidak dicegah mungkin setiap daerah bikin universitas nanti. Ini juga harus tahan diri. Hati-hati nanti karena terlalu banyak, nanti hanya kuantitas. Padahal sekarang harus kualitas juga. Kenapa? Karena yang lain juga mendirikan (Universitas) bahkan sudah lebih maju lagi daripada kita,” pesan Haedar demikian dikutip dari muhammdiyah.or.id, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga: Tandatangani MoU dengan BPKH, PERSIS: Dukung BPKH Kelola Dana Haji Profesional, Transparan dan Akuntabel

Dalam Baitul Arqom Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Ahad (10/10) Haedar menujukan pesan itu pada semua Pimpinan Muhammadiyah dari pusat hingga daerah. Tantangan Muhammadiyah untuk menjaga kualitas dianggap lebih pelik daripada menambah jumlah amal usaha.

“Bahkan sekarang universitas luar, Melbourne University (Monash) itu sudah ada di Serpong. Jadi semuanya harus kita lakukan, meningkatkan kualitas. Pendidikan dasar menengah juga, termasuk ‘Aisyiyah harus hati-hati sebab dulu perintis PAUD dan TK kan? Sekarang apakah kita masih leading di depan?” ingat Haedar.

“Kalau para pengurusnya hanya sibuk mengurus hal-hal urusan organisasi-administratif, lupa urusan peningkatan kualitas, padahal peningkatan kualitas itu menyangkut kualitas gurunya, kualitas kurikulumnya, persaingannya juga tinggi, kita akan ketinggalan,” imbuhnya.

Baca Juga: Memudahkan Pelanggan di Kepulauan Seribu, JNE Resmikan Sales Counter di Pulau Pramuka

Pesan senada disampaikan Haedar agar Muhammadiyah melakukan lompatan-lompatan ke depan di berbagai bidang, bukan malah kembali mengadopsi sistem yang telah berlalu di zaman lampau.

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LRT Jabodetabek Tabrakan di Jalur Layang Cibubur

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:21 WIB

Sesama Bus Transjakarta alami Tabrakan

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Ini Kriteria Penerima Insentif Kartu Prakerja

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:27 WIB

Al-Iman Selenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:26 WIB
X