• Senin, 16 Mei 2022

Membanggakan, Tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah Duduki 23 Universitas Terbaik Asia

- Kamis, 27 Januari 2022 | 19:25 WIB
Foto ilustrasi dokumen Muhammadiyah
Foto ilustrasi dokumen Muhammadiyah

Edisi.co.id, Jakarta - Salah satu lembaga pemeringkatan perguruan tinggi di dunia, University Ranking (UniRank) merilis 200 universitas terbaik di Asia tahun 2021. Dari jumlah itu, 23 universitas di Indonesia masuk dalam peringkat terbaik se-Asia.

Dari 23 Universitas tersebut, 18 di antaranya merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) dan 5 lainnya adalah perguruan tinggi swasta (PTS). Tiga PTS berasal dari Muhammadiyah yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi capaian tiga PTM besar tersebut, pada setiap pemeringkatan berbagai kategori internasional selalu ada dari PTM yang masuk. 

Baca Juga: Daftarkan Sebelum Kuota Habis, Pesantren PERSIS 110 Manbaul Huda Bandung Buka Penerimaan Santri Baru 2022/2023

"Harapannya bertambah dari PTM lainnya seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, dan Universitas Muhammadiyah yang besar lainnya. Ke depan Universitas Aisyiyah Yogyakarta diharapkan dapat menyusul,” tutur Haedar (27/1/2022).

Haedar menuturkan bahwa dalam meraih berbagai penghargaan seperti itu sungguh tidak mudah dan tidak dapat dicapai secara instan, tapi melalui kerja keras yang berkelanjutan dalam usaha meningkatkan kualitas caturdarma secara simultan.

“Karenanya jangan menganggap penghargaan tersebut sebagai formalitas dan seolah hadiah hiburan, semuanya merupakan hasil perjuangan panjang dan menggambarkan kualitas dan kemajuan dari PTM tersebut,” imbuh Haedar.

Baca Juga: BNPT Sebut Ratusan Pesantren Terpapar Terorisme, Waketum PERSIS: Data dan Kriterianya Harus Diuji Publik

Penghargaan dari pihak luar secara objektif itu juga tidak perlu dinihilkan dengan pola pikir tentang fungsi kampus dalam kaitan daya kritis terhadap kekuasaan, sebab selain pandangan seperti itu cenderung menempatkan kampus dalam relasi politik, juga bila tidak dikelola dengan baik maka akan membawa kampus pada situasi politisasi. “Kampus-kampus PTMA sudah berjalan dalam garis Kepribadian dan Khittah Muhammadiyah dalam memerankan fungsi Caturdarma Perguruan Tinggi,” tegas Haedar.

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X