• Sabtu, 26 November 2022

Harga Kedelai Naik Akibat Babi China, Kenapa Bisa Begitu?

- Senin, 21 Februari 2022 | 14:23 WIB

Edisi.co.id - Para pekerja pembuat tahu dan tempe melakukan mogok kerja dikarenakan harga kacang kedelai naik.

Diduga hal tersebut terjadi karena babi China yang menjadi masalah kenaikan harga kacang kedelai.

Oke Nurwan sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa perkiraan dari pihaknya pada tahun sebelumnya produksi kedelai di negara Brazil dan Argentina akan mengalami peningkatan. Namun, perkiraan tersebut salah sehingga produksi kedelai menurun.

Dikarenakan produksi di Brazil dan Argentina menurun, akhirnya China beralih ke pemasok kedelai di Amerika Serikat.

Baca Juga: Waspada Termakan Berita Hoaks, Ikut Menyebarkan Terancam Denda Rp1 Miliar

"China beralih ke Amerika diborong. Kedelai kita itu untuk tahu tempe biasanya dari Amerika. Karena diborong harga melonjak, ditambah pandemi," katanya.

Sementara, pada dua tahun lalu di China sedang mengalami wabah flu babi yang mengharuskan para peternak babi untuk melakukan reformasi.

"Nah begitu reformasi peternakan babi dibikin, SOP yang bagus maka butuh kedelai banyak untuk pakan babi. Sehingga, China ini memborong kedelainya," ujarnya

Ia juga menyampaikan bahwa, kenaikan harga kedelai disebabkan faktor pandemi Covid-19

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Baik

Kamis, 24 November 2022 | 12:45 WIB

Manuver Terbaru Crazy Rich Subang di Saham BEBS

Kamis, 24 November 2022 | 11:45 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Lemah

Kamis, 24 November 2022 | 11:15 WIB

Pesta Saham Energi Mega Persada (ENRG) Periode 2022

Selasa, 22 November 2022 | 16:02 WIB

Sejak Beroperasi Tol Atlantis Masih Gratis

Selasa, 22 November 2022 | 15:56 WIB

Usai OPEC+ Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Selasa, 22 November 2022 | 15:48 WIB

GOTO Raup Pendapatan Kotor Rp16 Triliun Kuartal III?

Senin, 21 November 2022 | 12:45 WIB
X