• Rabu, 30 November 2022

Tren Surplus Neraca Perdagangan Bakal Lanjut Tahun Depan

- Kamis, 24 November 2022 | 12:15 WIB


Edisi.co.id - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memprediksi ekspor Indonesia bakal mengalami perlambatan pada 2023 sehingga berdampak terhadap penurunan surplus perdagangan.

Baca Juga: Kemendagri minta Daerah Segera Bentuk Satgas Penanganan PMK

Faisal menyebut tahun ini Indonesia mengalami surplus perdagangan yang paling tinggi sepanjang sejarah. Ia memprediksi Indonesia bakal tetap mengalami surplus pada 2023, hanya saja lebih sempit dibandingkan tahun ini.

Meski begitu, Faisal mengatakan bahwa tren yang terjadi belakangan ini tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan ekspor Indonesia. Ia mencontohkan krisis energi dan perlambatan permintaan domestik di Uni Eropa justru membuat permintaan batu bara meningkat.

Batu bara dianggap sebagai pilihan energi yang lebih murah. Sehingga, dalam track record ekspor Indonesia tetap mengalami peningkatan ke Uni Eropa, salah satunya ditopang oleh ekspor batu bara.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menjelaskan batu bara masih akan menjadi penyumbang pendapatan negara tahun depan.

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Baik

Kamis, 24 November 2022 | 12:45 WIB

Manuver Terbaru Crazy Rich Subang di Saham BEBS

Kamis, 24 November 2022 | 11:45 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Lemah

Kamis, 24 November 2022 | 11:15 WIB

Pesta Saham Energi Mega Persada (ENRG) Periode 2022

Selasa, 22 November 2022 | 16:02 WIB

Sejak Beroperasi Tol Atlantis Masih Gratis

Selasa, 22 November 2022 | 15:56 WIB

Usai OPEC+ Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Selasa, 22 November 2022 | 15:48 WIB

GOTO Raup Pendapatan Kotor Rp16 Triliun Kuartal III?

Senin, 21 November 2022 | 12:45 WIB
X