• Kamis, 1 Desember 2022

Prof. Dadan Wildan: KH. Aceng Zakaria; Ulama Tawadhu Lautan Ilmu

- Selasa, 22 November 2022 | 20:00 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) masa jihad 2015-2022 KH. Aceng Zakaria (Allahu yarham) ketika menghadiri Grand Launching Muktamar PERSIS beberapa waktu lalu - Foto: Henry Lukmanul Hakim
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) masa jihad 2015-2022 KH. Aceng Zakaria (Allahu yarham) ketika menghadiri Grand Launching Muktamar PERSIS beberapa waktu lalu - Foto: Henry Lukmanul Hakim

Oleh: Prof. Dadan Wildan Anas - Sekretaris Majelis Penasehat PP. Persatuan Islam (PERSIS)

Dua hari lalu, saya mendapat kabar Al-Ustad KH. Aceng Zakaria, masuk rumah sakit di Garut. Namun, belum boleh dijenguk. Saya hanya dapat mendoakan saja untuk kesembuhan beliau. Taqdir Allah, Senin malam, 21 November 2022, saya mendapat kabar lagi, Ustad Aceng, biasa saya memanggilnya, telah wafat.  Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Perjumpaan terakhir saya dengan Ustad Aceng Zakaria , saat mengikuti Musyawarah Kerja Nasional PP. Persatuan Islam (PERSIS) di Hotel Santika TMII Jakarta 13-14 November 2022. Beliau masih terlihat segar bugar. Bahkan sempat memberi tausiyah saat meresmikan kantor PP. Persis di Bambu Apus Jakarta Timur. 

Baca Juga: Nikmati Perjalanan Hutan di Waduk Kedung Ombo dan Saksikan Kemegahan Gunung Merapi  

Saya mengenal Ustaz Aceng Zakaria lebih dari 30 tahun. Tahun 1998, pernah bersama-sama  mengikuti safari dakwah PP. Persis, dari Bandung hingga Medan melewati jalan darat lintas Sumatera selama lebih dari dua minggu. Sepanjang perjalanan yang ribuan kilometer dan melelahkan itu, Ustad Aceng Zakaria selalu memberikan tausiyah dengan kisah kisah sederhana namun tetap mencerahkan.

Beliau juga penulis produktif. Dua tahun lalu, selepas shalat duhur, handphone saya berbunyi. Saya lihat, panggilan dari KH. Aceng Zakaria, Ketua Umum PP. Persis saat itu. Panggilan imam Persis itu segera saya jawab. Seperti biasa beliau selalu bertanya mengenai kesehatan saya. Karena ustad Aceng Zakaria mengetahui saya ada masalah di jantung. Ternyata ustad Aceng Zakaria hanya bertanya alamat rumah saya. Meskipun beliau pernah berkunjung ke rumah saya, dengan membawa oleh-oleh khas Garut. Di ujung telpon,  Ustad Aceng mengabarkan akan mengirimkan buku buku karya terbarunya.

Saya bersyukur, setiap kali ustad Aceng melahirkan buku baru, saya selalu dikirimi oleh beliau. Saat itu, enam judul buku sekaligus, langsung dikirim dari Garut. Saya menyambut dengan senang kiriman buku buku dari ulama besar yang sederhana dan tawadu. Beliau telah menulis lebih dari 50 judul buku dengan beragam bahasan.

Baca Juga: BMKG Jelaskan Kerusakan Gempa Cianjur Kemarin

Secara formal, ia hanya bersekolah sampai Sekolah Dasar di kampung kelahirannya, Sukarasa Wanaraja Garut. Lalu menyelesaikan tingkat Muallimin di Pesantren Persis Pajagalan Bandung. Karena lahir di lingkungan pesantren, bahkan kakek dan ayahnya adalah kiai terkenal di kampungnya, sejak kecil ia sudah belajar berbagai kitab kuning kepada ayahnya. Saat menyelesaikan SD, sudah enam kitab ia selesaikan. Ketertarikannya pada kitab-kitab kuning ini, memilihnya tidak meneruskan pendidikan formalnya. Ia memutuskan untuk mengaji menamatkan berbagai kitab kuning kepada ayah dan paman-pamannya.  Berbagai disiplin ilmu mulai aqidah, fiqih, nahwu, sharf, tafsir, hadis, dan lainnya berhasil dipelajari dengan baik. Lima tahun ia lakoni aktivitas itu sambil diberi tugas oleh ayahnya mengajari santri-santri yunior. Selain itu, ia pun diberi tugas untuk bertabligh di berbagai mesjid.

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Messi Selamatkan Nyawa Argentina di Piala Dunia 2022

Selasa, 29 November 2022 | 20:44 WIB
X