• Sabtu, 26 November 2022

Agar Masyarakat Aman Berinvestasi Kementerian Perdagangan Perketat Pengawasan Aset Kripto

- Minggu, 13 Februari 2022 | 12:52 WIB
Bicht Coin Kripto/kontan.id
Bicht Coin Kripto/kontan.id

Edisi.co.id -  Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan mempeketat pengawasan perdagangan aset kripto. Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan berinvestasi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terhadap setiap aset kripto yang diperdagangkan.

Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan bahwa setiap produk aset kripto harus didaftarkan ke Bappebti. Setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Aset Kripto baru yang akan diperdagangkan terlebih dahulu harus didaftarkan kepada Bappebti melalui Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang sudah terdaftar untuk dilakukan penilaian berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Penetapan aset kripto dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” tegas Wisnu.

Baca Juga: Wamenag: Moderasi Beragama Membuka Ruang Saling Menghargai Perbedaan

Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Saat ini, kata Wisnu, Bappebti telah menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto sehingga Pedagang Aset Kripto hanya dapat memperdagangkan Jenis Aset Kripto yang sudah ditetapkan oleh Kepala Bappebti. Untuk itu, aset kripto yang belum terdaftar di Bappebti, maka tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Diharapkan masyarakat dapat berinvestasi pada koin atau jenis Aset Kripto yang telah ditetapkan pada Peraturan Bappebti tersebut,” ujar Wisnu.

Baca Juga: Jalin Komunikasi dengan Orang Tua Siswa, SMP PCI Tampilkan Agenda Sekolah yang Berbeda

Terkait dengan aset kripto Indonesia buatan anak bangsa, pada prinsipnya Wisnu melihat sebagai hal positif. Sepanjang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, aset kripto buatan dalam negeri dapat diperdagangkan.

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Baik

Kamis, 24 November 2022 | 12:45 WIB

Manuver Terbaru Crazy Rich Subang di Saham BEBS

Kamis, 24 November 2022 | 11:45 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Lemah

Kamis, 24 November 2022 | 11:15 WIB

Pesta Saham Energi Mega Persada (ENRG) Periode 2022

Selasa, 22 November 2022 | 16:02 WIB

Sejak Beroperasi Tol Atlantis Masih Gratis

Selasa, 22 November 2022 | 15:56 WIB

Usai OPEC+ Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Selasa, 22 November 2022 | 15:48 WIB

GOTO Raup Pendapatan Kotor Rp16 Triliun Kuartal III?

Senin, 21 November 2022 | 12:45 WIB
X