Terlebih, di tengah upaya memperkuat citra sebagai tuan rumah yang profesional, kesalahan kecil pada momen itu bisa berdampak besar terhadap reputasi negara.
Kendati demikian, permintaan maaf terbuka dari pemerintah Malaysia dinilai sebagai langkah cepat dan tepat untuk meredam polemik.
Momen ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam diplomasi internasional yang melibatkan banyak mata di dunia internasional.***
Artikel Terkait
Direktur Ponpes Al-Basyir Bogor Ustaz Sofyan: Pendidikan Islam Harus Punya Paradigma Baru di Era Digital
SDIT Uways Al Qorny Pemalang Adakan Kegiatan Parenting Orang Tua Tentang Mendidik Anak dengan Cinta Bersama Praktisi Parenting Alumni Gontor
Pesantren Leadership Primago Gali Potensi, Minat, Bakat dan IQ Santri Dengan Tes Sidik Jari PRIMAGEN
Di Balik Insiden TKA di Sulteng Dipukuli hingga Tewas yang Diduga oleh Sesama Rekan Kerja, Ada Jeratan Pidana Berat yang Bayangi Pelaku
Banding-banding ASEAN Cup dengan Piala AFF usai Kini FIFA Resmi Luncurkan Kompetisi Anyar di Asia Tenggara