Ingin Anaknya Berakhlak Mulia, Jadi Alasan Orang Tua Masukan Anaknya ke Pesantren PERSIS 110 Manbaul Huda

- Rabu, 9 Februari 2022 | 12:20 WIB
Tes baca Al-Qur'an salah satu tes masuk PPI 110 Manba'ul Huda Bandung
Tes baca Al-Qur'an salah satu tes masuk PPI 110 Manba'ul Huda Bandung

Edisi.co.id, Bandung - Anak merupakan amanah sekaligus titipan yang paling berharga dari Allah Swt kepada hamba-Nya. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk menjaga dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang serta bekal akhlak dan ilmu yang cukup untuknya.

Tak dapat dipungkiri, sebagai orang tua pastinya akan merasa bahagia seandainya memiliki seorang anak yang berakhlak mulia. Sebaliknya, orang tua akan cemas dan khawatir jika anak mencerminkan perilaku yang tidak baik.

Bagi orang tua, mendidik anak merupakan kesempatan satu kali seumur hidup, jika kita tidak bisa mendidik anak karena keterbatasan waktu, kita bisa memasukkannya di pondok pesantren. Di sana, anak kita di bimbing dan diberi arahan agar dapat membiasakan diri hidup mandiri, disana anak-anak kita juga akan diberi pembelajaran ilmu-ilmu agama yang lebih.

Baca Juga: Jawab Tantangan Masa Depan, SMP PCI Hadirkan Sistem Digitalisasi TAKJUP DIGI PCI

Alasan ini yang juga dijadikan beberapa orang tua memasukan anak-anak ke Pesantren Persatuan Islam (PPI) Tsanawiyah 110 Manba’ul Huda Cijawurah Bandung.

Hendi Rohendi (51), asal Padasuka Bandung orang tua santri dari Fakhri Rafa Shiddiq. Ia menjelaskan bahwa mengetahui PPI 110 MH dari internet dan media sosial dan istrinya juga alumni pesantren PERSIS Pajagalan Bandung. 

“Awalnya, saya sebenarnya mencari SMP Plus. Namun, karena di pesantren Tsanawiyah mempelajari agamanya lebih dalam, jadi saya lebih memilih Tsanawiyah,” jelas Rohedi ketuka ditemui di pesantren Manba’ul Huda Bandung, Rabu (9/2).

Baca Juga: Gunakan Teknologi CBT, 82 Santri Ikut Tes Masuk Pesantren Persatuan Islam 110 Manbaul Huda Bandung

Ia berharap, anaknya Fakhri bisa mendalami ilmu agama dan menambah hapalan Al-Qur’an dan Hadisnya disini.

“Tujuannnya hanya satu, agar mempunyai akhlak yang mulia dan mempunyai ilmu agama yang baik,” kata Rohedi.

Ia menilai, bahwa saat ini cerdas saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia dan ilmu agama yang cukup. 

Baca Juga: Kemenag Keluarkan SE Terkait Aturan Ibadah Terbaru Cegah Penyebaran Covid-19

Lain lagi dengan Nur Hidayati asal Ujung Berung Bandung orang tua dari santri Mogha Nabwa Hafidza. Dirinya memasukan anaknya ke PPI 110 MH adalah melanjutkan tradisi keluarga. Karena tetehnya Hafidza sudah menjadi santri lebih dulu di PPI 110 MH.

“Saat ini sudah duduk dibangku kelas 12 Mualimin Manba’ul Huda,” ucap Nur. 

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X