Kastengel: Kue Keju Lebaran yang Dulunya Digunakan Sebagai Pengganti Mata Uang di Belanda

- Kamis, 30 Maret 2023 | 13:30 WIB
Ilustrasi kue kastangel di Hari Raya Idul Fitri. (Kredit: shutterstock)
Ilustrasi kue kastangel di Hari Raya Idul Fitri. (Kredit: shutterstock)

Edisi.co.id - Lebaran semakin dekat, dan banyak rumah di Indonesia mulai menyiapkan kue-kue kering untuk perayaan hari raya tersebut.

Salah satu jenis kue kering yang identik dengan lebaran di Indonesia adalah kastengel, bersama dengan nastar dan putri salju.

Meskipun kastengel dianggap sebagai kudapan khas Lebaran di Indonesia, kue ini sebenarnya berasal dari Belanda dan masuk ke Indonesia pada abad ke-19.

Kastengel aslinya merupakan kue kaasstengels yang artinya kue keju batangan dalam bahasa Belanda.

Dibuat dari tepung terigu, telur, margarin, dan parutan keju, kastengel dibentuk memanjang seperti pastry.

Di Belanda, kue ini bahkan sempat dijadikan pengganti mata uang atau digunakan sebagai alat barter warga di Kota Krabbedijke.

Hal itu terjadi karena keju merupakan bahan makanan yang mahal pada masa itu.

Kastengel pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh nyonya-nyonya Belanda yang menikah dengan warga pribumi pada abad ke-19.

Bentuk kastengel di Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan aslinya, dengan panjang hanya sekitar 3-4 cm dan lebar 1 cm.

Perubahan ini terjadi karena sulit menemukan oven berukuran besar untuk membuat kue berukuran 30 cm seperti di Belanda.

Selain itu, kastengel di Indonesia lebih banyak dibuat dari campuran keju cheddar dan parmesan.

Meskipun berasal dari Belanda, kastengel kini sudah menjadi salah satu kue kering khas Indonesia yang sangat populer.

Kini kue kering tersebut sudah banyak dijual di pasaran atau disajikan di dalam stoples di rumah menjelang Hari Raya Idul Fitri.***

 

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mudah Membuat Churros Sendiri di Rumah

Minggu, 18 Juni 2023 | 17:28 WIB
X