• Selasa, 30 November 2021

Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, Kader Muda PERSIS: Statemennya Nodai ke Bhinekaan dan Keberagaman Beragama

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:41 WIB
Kader  muda Persatuan Islam Dr. Latif Awaludin - Foto: Henry Lukmanul Hakim
Kader muda Persatuan Islam Dr. Latif Awaludin - Foto: Henry Lukmanul Hakim

Edisi.co.id, Bandung - Kader muda Pimpinan Pusat Persatuan Islam Dr. Latif Awaludin menanggapi pernyataan Menag Yaqult Cholil Qoumas yang menyatakan Kemenag Hadiah Negara untuk NU, Bukan Umat Islam.

“Ia menilai pernyataan ini secara spesifik ahistoris, justru sebaliknya Kementrian Agama itu diususlkan oleh kelompok Islam modernis. Terutama dari kalangan Muhammadiyah,” kata Dr. Latif, dikutip dari persis.or.id, Ahad (24/10/2021).

Diterangkan oleh Dr. Latif terbukti Menteri Agama pertama adalah H. M Rasyidi, beliau adalah kelompok Islam modernis alumni Al-Azhar dan alumni Francis dan tentunya H. M Rasyidi adalah tokoh Muhammadiyah.

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Waketum PERSIS: Maknai Sebagai Spirit Pewaris Perjuangan dan Semangat Isi Kemerdekaan

Sepengetahuan saya, kementerian Agama adalah bentuk kompromi antara sistem negara apakah Indonesia sekuler atau negara agama.

“Maka Kemenag ini sebagai jaminan kepentingan umat Islam dan akhirnya berkembang menjadi kepentingan seluruh umat beragama itu dijaga dalam kementrian agama,” ucap Dr. Latif.

Menurutnya, jika ada yang mengklaim bahwa Kemenag adalah khusus untuk NU itulah pernyataan yang tidak tau sejarah. Dan tentu pernyataan ini sangat disayangkan tercetus diera yang sangat menghargai keberagaman beragama, modernisasi beragama, dan diera plularis serta menghargai keberagaman ke Bhinekaan.

Baca Juga: Anwar Abbas Minta Kementerian Agama Dibubarkan, Karena Membuat Gaduh

“Pernyataan ini termasuk fanatik dan berbahaya bagi keberlangsungan hidup beragama di Indonesia,” ujarnya.

Seharusnya, Dr Latif yang juga mantan ketua HIMA PERSIS menjelaskan pernyatan ini tidak disebarkan luaskan, dikampanyekan. Karena ini megganggu serta mencederai keberlangsungan kehidupan keberagamaan dan tidak mengahargai kelompok-kelompok Islam yang plural.

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov dan DPRD DKI Jakarta Menyetujui APBD Tahun 2022

Selasa, 30 November 2021 | 00:32 WIB

Manfaat Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Senin, 29 November 2021 | 22:13 WIB

Majalah Gontor Kunjungi Primago Islamic School Depok

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

Lagi, Erick Tohir Kembali Sidak Toilet SPBU Pertamina

Senin, 29 November 2021 | 20:37 WIB

TPK Kelurahan Cibinong Siap Atasi Stunting

Senin, 29 November 2021 | 13:04 WIB

TM. Yusuf Syahputra Terpilih Sebagai Ketua IKM Depok

Senin, 29 November 2021 | 12:54 WIB

BKKBN Berikan Pembekalan Pada TKP Kelurahan Ciriung

Senin, 29 November 2021 | 12:47 WIB

Lembutnya Puding Coklat Roti tawar

Senin, 29 November 2021 | 11:39 WIB
X