• Kamis, 27 Januari 2022

Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, Kader Muda PERSIS: Statemennya Nodai ke Bhinekaan dan Keberagaman Beragama

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:41 WIB
Kader  muda Persatuan Islam Dr. Latif Awaludin - Foto: Henry Lukmanul Hakim
Kader muda Persatuan Islam Dr. Latif Awaludin - Foto: Henry Lukmanul Hakim

“Jadi Kemenag ini bukan hadiah untuk kelompok tertentu melainkan komitmen bahwa negara Indonesia bukan negara sekuler tetapi negara yang berumat beragama. Maka otomatis kemenag ini milik siapapun,” paparnya.

Baca Juga: Gagasan Prof. Dadan, Siswa SMP PCI Dalam Waktu Dekat Akan Belajar Bersama Profesor, Doktor, dan Praktisi

Ia memandang Pernyatan Kemenag bukan sebagai seorang negarawan, justru mewakili kelompok. Sudah tidak patut sebagai negarawan. Dan ini contoh yang tidak baik untuk kenegarawan kedepan.

Dampak dari pernyataan Menag ini akan timbul pernyatan yang sama dari kementrian lainnya. Contoh, Kementrian Pendidikan itu milik Muhammadiyah, Kementrian Pariwisata milik orang Bali. Contoh lainnya lagi kata Dr. Latif adalah Kementrian Kelautan harus dari orang Timur atau contoh lain Mendagri harus Nasionalis tulen bukan kelompok Islam.

“Kalau petanya seperti ini maka akan menjadikan negara ini terpecah-pecah dan kampanye ke Bhinekaan serta keberagaman beragama akan ternodai oleh statement-statement seperti ini,” tuturnya.

Baca Juga: Jurnalis di Tangerang Rapatkan Barisan Tangkal Intimidasi

Berharap, kedepan, sebagai menteri harus berhati-hati jangan mengklaim terhadap kelompok-kelompok tertentu karena negara ini bukan milik kelompok melainkan milik semua rakyat Indonesia.

“Terakhir ia meminta jangan ada politisasi Kemenag untuk kelompok tertentu, sampai kebijakan dibawahnya seperti KUA, Penyuluh Agama samapi Perguruan Islam dan Pesantren harus dari kelompok tertentu dan setiap program-program untuk kelompok tertentu,” pungkas Dr. Latif Awaludin.

Diketahui sebelumnya dalam suatu keterangan Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa kementeian agama bukan hadiah negara untuk umat Islam tapi adalah hadiah negara spesifik untuk NU. Oleh karena itu adalah wajar kata menteri agama kalau NU memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Kemenag tersebut.

 

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ancaman Perang Dunia Ke 3, AS Dan Rusia

Rabu, 26 Januari 2022 | 19:07 WIB

Ditemukan Jasad Pria Dikelilingi Ratusan Ular

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:28 WIB

Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:02 WIB

Aturan masuk Mall, akibat PPKM jakarta diperpanjang

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:17 WIB
X