• Sabtu, 29 Januari 2022

Lima Penyintas Kekerasan Seksual Bersama Lamri, Tuntut Terduga Pelaku Minta Maaf Terbuka dan Ganti Rugi

- Rabu, 3 November 2021 | 09:50 WIB
Ilustrasi Korban Kekerasan Seksual/Pinterest (Edisi)
Ilustrasi Korban Kekerasan Seksual/Pinterest (Edisi)

Edisi.co.id - Sejarawan dengan inisial AS diduga melakukan kekerasan seksual terhadap lima orang penyintas.

Menurut Ketua Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (Lamri) Surabaya, AS melakukan kekerasan seksual secara berulang kali--kurun waktu 2014 hingga 2021--terhadap lima penyintas berbeda.

Kejadian kekerasan seksual pertama dilakukannya pada tahun 2014. Penyintas adalah teman dekatnya sendiri. Kejadian itu, bermula saat penyintas meminta bantuan kepada AS untuk menyelesaikan tugas akademisnya.

Baca Juga: Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono Akan Berobat ke Luar Negeri

AS pun menyanggupi untuk membantu penyintas, tetapi dengan syarat meminta penyintas agar datang ke rumah susunnya.

Menurut rilis yang dikeluarkan Lamri Surabaya, AS--setelah bantu mengerjakan tugas--meminta penyintas untuk berbaring di ranjang bersamanya.

"Sini lo, tiduran dulu kalo capek," ujar AS kepada penyintas, dikutip dari keterangan tertulis Lamri Surabaya, Selasa (2/11/2021).

Kemudian, penyintas berbaring di ranjang, tetapi dengan jarak yang jauh dari AS Keduanya dalam kondisi beristirahat.

Baca Juga: Warga Kelurahan Cisalak Antusias Menyambut Taman Kelurahan Yang segera Rampung

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seorang ABK Yang Tenggelam Masih Dalam Pencarian

Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:10 WIB

Sengketa Pertanahan Dapat Dicegah Karena Program PTSL

Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:36 WIB

Minyak Goreng di Kota Depok Turun Harga

Sabtu, 29 Januari 2022 | 09:48 WIB

Terjungkal Dan Makna Sholat

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:34 WIB

9.340 Warga di Kota Bogor Terima Program KKS Kemensos

Kamis, 27 Januari 2022 | 21:38 WIB
X