Edisi.co.id - Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Tuntunlah orang yang hampir mati di antara kamu sekalian dengan kalimat tahlil (La Ilaha Illallah)”. (HR. Muslim dan imam empat).
Pernah terjadi suatu kasus, seorang yang pernah memeluk Islam (mualaf), tinggal di keluarganya yang non-muslim. Di saat sakit hingga menghembuskan nafas terakhirnya, jenazahnya malah disemayamkan dan dikubur dengan cara bukan Islam. Tentu ini memprihatinkan kita semua.
Itulah sebabnya, perlu ada yang mendampingi disaat seseorang mendekati ajal atau sakratul mautnya. Lalu mentalqinnya dengan kalimat tauhid dekat telinganya. Bukan dengan obrolan atau asyik dengan gadjetnya.
Padahal, Nabi telah mengajarkan sesuatu yang sangat penting saat ada salah satu keluarga, teman atau sanak saudara yang sedang Sakaratul Maut. Beliau memerintahkan kepada umatnya supaya membacakan talqin kepada orang jelang kematiannya, dengan berbisik di dekat telinganya.
Bagi umat Muslim disunnahkan dan sangat dianjurkan sekali untuk melakukan talqin kepada orang yang sedang Sakaratul Maut dengan menyebut Laa ilaha illallah.
talqin atau menuntun kalimat tahlil kepada seseorang yang sedang Sakaratul Maut adalah cara untuk mengingatkannya akan kalimat tauhid. Dengan demikian orang yang sedang menemui ajal tersebut mengingat Allah dan meniru ucapannya.
Baca Juga: Yusril: Stabilitas Politik Akan Tercipta Jika Kekuatan Politik Nasionalis dan Islam Bersatu
Sebab orang yang membaca “La Ilaha Illallah” dipenghujung hidupnya dipastikan akan masuk surga atau mati dalam keadaan iman dan Islam, serta husnul khatimah, atau dalam kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda: “Tuntunlah orang yang meninggal di antara kamu dengan mengucapkan Lā ’ilāha ’illā allāh”. Sebab barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum mninggal dunia adalah lā ’ilāha ’illā allāh, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud. Dikatakan sahih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621).
Faedah talqin
Apakah faedah mentalqin orang yang akan meninggal dunia? Imam Al Qurthubiy berkata: “Para ulama kami mengatakan, bahwa mentalqin orang yang akan meninggal dunia merupakan sunnah dari para pendahulu umat ini, yang kemudian diamalkan oleh kaum muslimin hingga saat ini.
Tujuannya adalah agar akhir ucapan yang keluar dari orang yang akan meninggal dunia mengucapkan “Laa ilaaha illa Allah”. Sehingga dia menjadi orang yang berbahagia karena termasuk dalam golongan orang yang dikatakan oleh Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah “Laa ilaaha illa Allah” maka akan masuk surga”
Selain itu dapat menolak gangguan setan yang yang akan merusak akidahnya. Dijelaskan Imam Al Qurthubiy, saat mentalqin orang yang akan meninggal dunia cukup sekali saja, tidak perlu diulang-ulang kecuali apabila setelah di-talqin dia mengucapkan kalimat yang lain maka hendaknya diulang sekali lagi agar akhir ucapannya adalah kalimat syahadat.
Ibnu Al Mubarak juga berkata: ”Talqinlah orang yang akan meninggal dunia dengan kalimat ‘Laa Ilaaha Illa Allah’ dan jika telah mengucapakannya, maka jangan diulangi lagi”.
Artikel Terkait
Video seorang Siswa SD Kritik Khasus Kematian Brigadir J Sambo, Kebal Hukum Raja Tipu itu
Perjalanan Turun Bukan Perkara Mudah, Sekeluarga Masuk Ke Jalur Archopodo Yang Dikenal Dengan Jalur Kematian
Kemenkes Sebut Angka Kesakitan dan Kematian Gagal Ginjal Akut pada Anak Menurun
Panji Petualang Namanya Ikut Terseret Dalam Kematian Alprih Priyono
Bisa Sebabkan Kerusakan Organ Hingga Kematian, Yuk Kenali Diare Rotavirus
52 Kecelakaan Lalu Lintas Fatal di Malaysia yang Mengakibatkan 58 Kematian
Waspada! Aritmia Jantung Ternyata Bisa Sebabkan Kematian