Mengenang Langgar Haji Naman Cikal Bakal Masjid Raudhatul Iman, Kp. Pitara, Pancoran Mas Kota Depok

- Selasa, 7 Februari 2023 | 22:43 WIB
Masjid ini dahulu adalah sebuah Langgar yang berkembang hingga saat ini menjadi sebuah masjid
Masjid ini dahulu adalah sebuah Langgar yang berkembang hingga saat ini menjadi sebuah masjid

Edisi.co.idmasjid Raudhatul Iman berdiri pada tahun 1967 di atas tanah milik almarhum H. Naman, seorang warga asli Depok, tepatnya di Kampung Pitara, Kelurahan Pancoran Mas.

Dahulu, luas tanahnya masih 150 meter, dan warga setempat masih menyebutnya dengan nama Langgar Pak Naman.

“Sebelum ada langgar, dulu tanah ini terdapat pohon nangka dan pete. Saya masih ingat, waktu itu banyak orang ngadem di bawah pohon itu,” kenang Solihun, Bendahara masjid RaudhatuL Iman.  

Masih segar dalam ingatan Solihun, dahulu di Kampung Pitara - Depok, masyarakat belajar ngaji dengan Guru Karim asal Pondok Cina, dan Guru Saadih asal Citayam.  

Nah, Guru Saadih inilah yang mengusulkan kepada muridnya H. Naman, agar mendirikan tempat ibadah atau langgar di atas tanah miliknya.

Baca Juga: KH. Idham Kholid, Sang Ulama Sekaligus Politisi dan Negarawan Sejati

Saat itu dibangunlah langgar yang masih berbentuk gedek atau bambu dan dengan dinding bilik.

Pada tahun 1985, langgar Pak Naman baru diberi nama menjadi Musholla Raudhatul Iman. Pada tahun 2021, saat pandemi, nama musholla berganti menjadi masjid, namun belum menjadi masjid jami’, dan belum digunakan untuk shalat jumat. 

Dalam perkembangannya, luas masjid Raudhatul Iman diperlebar menjadi 250 meter. Itu berkat wakaf dari tanah milik Solihun yang kebetulan tinggal di sebelah masjid

Pewakaf tanah masjid, H. Naman adalah putra pertama Bapak Tinggal. Ia punya tiga saudara kandung, yakni H. Namin, H. Usman Deteng, dan Mak Minah.

Kemudian Haji Naman punya anak, namanya Hj. Naisah, Nausin, Naimah, dan Masnun. Lalu, Haji Namin punya anak, namanya Nain, Munasik, Inah, Simah, Kuding, Omah, Nahusin, dan Naiman.

Sedangkan H. Usman Deteng punya anak, namanya Mpok Manih, Mpok Maisah, Mpok Mainah, Mpok Encung, Eman, Solihati, dan Tini.  Adapun Mak Minah punya anak, namanya Namah, Naimah, Mariah, dan Marpuah.

Petani Belimbing

Kebanyakan anak-anak Haji Naman adalah petani belimbing. Awalnya, pada tahun 1995, bibit pohon Belimbing dibawa oleh H. Mawih, warga Betawi asal Pasar Minggu yang punya tanah di Kampung Pitara, Pancoran Mas, Depok. Pohon Belimbing itu lalu diurus oleh H. Mamit, warga asli Kampung Pitara. 

Dalam perkembangannya, buah Belimbing punya prospek bagus dari segi penjualan, kemudian mulai banyaklah masyarakat Depok yang menanam pohon Belimbing.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hikmah Puasa ke 6 , Ciri-Ciri Orang Bahagia

Kamis, 30 Maret 2023 | 16:46 WIB

Hikmah Puasa ke 5, Tanda-Tanda Manusia Celaka

Selasa, 28 Maret 2023 | 06:26 WIB

Hikmah Puasa ke 4, Waktu-Waktu Ijabah Dalam Berdoa

Minggu, 26 Maret 2023 | 21:23 WIB

Mustajabnya Doa Dibulan Ramadhan

Minggu, 26 Maret 2023 | 15:22 WIB

Doa Dalam Kesempitan Atau Sedang dalam Kesusahan

Minggu, 26 Maret 2023 | 15:13 WIB

Mengetahui Hikmah Puasa Ramadhan

Jumat, 24 Maret 2023 | 11:43 WIB

Hikmah Puasa ke 1, Beribadah tapi bernilai Sia-Sia

Kamis, 23 Maret 2023 | 18:37 WIB
X