• Selasa, 30 November 2021

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Momentum Perbaikan Akhlak

- Senin, 18 Oktober 2021 | 21:28 WIB
Foto: Pikiran Rakyat
Foto: Pikiran Rakyat

Edisi.co.id - Dalam setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, satu hal yang perlu menjadi perhatian kita, yaitu bagaimana kita meneladani akhlak beliau. Karena sesunguhnya Rasulullah diutus tidak lain adalah untuk kemuliaan akhlak manusia. “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah RA).

Meneladani akhlak Rasulullah jauh lebih penting dari sekadar mencontoh tampilan fisik beliau. Karena tampilan fisik kadang sifatnya alami atau tergantung budaya setempat. Namun akhlak, adalah nilai-nilai luhur yang tercermin dari segenap kepribadian beliau.

Misalkan, pemeliharaan jenggot sifatnya sangat alami. Tidak semua orang dianugerahi jenggot yang lebat. Bahkan ada yang tidak memiliki jenggot sama sekali. Begitu pula dalam hal berpakaian, nilai utamanya menutup aurat, selebihnya seperi bentuk, model, warna dll sudah menyangkut budaya.

Baca Juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Balap Formula E, Bamsoet: Penunjukan Tersebut Lengkapi Agenda Besar Indonesia

Tanpa kita mampu meneladani akhlak beliau, maka peringatan Maulid itu tidak memiliki relevansi apa-apa. Dengan kata lain, untuk apa kita memperingati Maulid Nabi kalau kita tak mampu meneladani akhlak beliau.

Mengingat pentingnya akhlak, sementara sifat manusia cenderung pada keburukan, karenanya Allah melengkapi dengan sejumlah infrastruktur atau sarana untuk membentengi akhlak tersebut agar tetap terkontrol. Andaikan terjadi penyimpangan, bisa segera diketahui dan dikembalikan pada proporsinya.

Infrastruktur itu berupa ibadah-ibadah formal antara lain sholat, zakat, puasa, dan haji. Karena itu, pelaksanaan ibadah formal tersebut tidak semata terlaksana syarat dan rukunnya, tetapi sejauh mana kita bisa memetik nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang kemudian tercermin dalam kepribadian kita.

Baca Juga: KAHMI Menolak Nama Mustafa Kemal Ataturk Diabadikan sebagai Nama Jalan di Jakarta

Apakah sholat yang kita laksanakan sudah bisa menjadi pencegah perbuatan keji dan munkar? Apakah dengan melaksanakan puasa kita sudah mampu mengendalikan hawa nafsu? Apakah zakat kita sudah bisa meredam keserakahan terhadap harta? Apakah pelaksanaan ibadah haji sudah mampu menumbuhkan persaudaraan dan cinta kasih kita kepada sesama manusia dan mahluk lainnya?

Halaman:

Editor: Asri Al Jufri

Tags

Terkini

Mengenal Sate Maranggi, Makanan Khas Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 21:01 WIB

Kopi Warisan Kuliner Masyarakat Muslim

Selasa, 23 November 2021 | 14:50 WIB

Google akan Rilis Aplikasi Remote TV Google Home

Selasa, 23 November 2021 | 14:31 WIB

Tiga Tanda Hubungan Seorang Pasangan Sehat

Selasa, 23 November 2021 | 13:23 WIB

Arti Sidik Jari dalam Islam

Selasa, 23 November 2021 | 13:14 WIB

Apa Saja Peyebab Motor Mogok Akibat Banjir

Selasa, 23 November 2021 | 10:35 WIB

Hindari 3 Kebiasaan Agar Anak Tidak Obesitas

Senin, 22 November 2021 | 14:36 WIB

Yuk Intip Resep Membuat Ayam Goreng Tulang Lunak

Senin, 22 November 2021 | 13:14 WIB

Manfaat Mengkonsumsi Vitamin E untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 22 November 2021 | 13:03 WIB

Cara Kembangkan Bisnis Online Lewat Fitur Telegram

Sabtu, 20 November 2021 | 16:36 WIB

5 Khasiat Daun Sirih Untuk Kesehatan

Sabtu, 20 November 2021 | 16:20 WIB
X