• Selasa, 7 Desember 2021

Semua Anak Cerdas

- Selasa, 14 September 2021 | 17:07 WIB
Tidak ada Anak Yang Bodoh ( Photo : Gln.kemdikbud.go.id)
Tidak ada Anak Yang Bodoh ( Photo : Gln.kemdikbud.go.id)

Oleh: Khairunnas*

Dalam keseharian, baik di sekolah maupun di lingkungan, kita masih sering mendengar kata-kata, Dasar anak bodoh atau Anak itu nakal, wajar saja ia tidak lulus. Padahal, sadarkah Anda bahwa, setiap anak sesungguhnya adalah cerdas. Namun, terkadang mereka tidak memperoleh akses pembelajaran yang memadai sehingga kemampuan mereka tidak berkembang secara maksimal.

Penggagas Sekolah Alam Indonesia, Almarhum Lendo Novo, menuturkan semasa sekolah beliau pernah dicap sebagai anak nakal atau dalam bahasa psikologi disebut hiperaktif. Padahal, perilaku yang beliau tunjukan itu sejatinya adalah dorongan dari rasa ingin tahunya yang sangat besar. Namun, konsep pendidikan saat itu belum bisa menerima potensi alamiah yang beliau miliki. Padahal, sejatinya beliau adalah anak yang cerdas. Terbukti kemudian beliau berhasil kuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pengalamannya selama di bangku sekolah ini mengilhami beliau mendirikan Sekolah Alam Indonesia, yang kemudian diikuti oleh banyak pegiat pendidikan, sehingga konsep sekolah alam pun berkembang ke berbagai wilayah di Indonesia. Secara filosofis, sekolah alam memandang setiap anak cerdas, dengan segala potensinya yang beragam. Oleh karena itu, setiap orang, terutama guru perlu memiliki sudut pandang bahwa semua anak adalah cerdas. Tidak ada anak bodoh. Jika sudut pandang ini dimiliki oleh semua orang, maka anak-anak akan tumbuh sesuai dengan potensinya masing-masing, karena setiap anak diberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya.

Baca Juga: Status DKI Jakarta Masih Berada di PPKM Level 3

Konsep yang memandang bahwa setiap anak itu cerdas, sejatinya sejalan dengan pandangan Islam. Allah Swt menciptakan manusia dengan sempurna. Dalam Surat At-Tin ayat 4 Allah Swt berfirman, Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Allah Swt menyebut penciptaan manusia dengan kata ahsan bukan hasan. Keduanya memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa Arab hasan digunakan untuk menyebut baik, sedangkan ahsan untuk yang terbaik. Artinya penggunaan kata ahsan dalam hal ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang terbaik (the best). Manusia bukan sekedar makhluk yang baik, tetapi makhluk yang terbaik atau the best.

Jika Allah Swt saja menyebut manusia the best, pantaskah ada yang menyebut anak bodoh? Semua anak adalah pintar. Oleh karena itu tidak boleh ada anak yang merasa rendah diri dan merasa tidak sempurna akibat sering disematkan prediket-prediket negatif kepadanya. Allah Swt menciptakan manusia, menciptakan setiap anak, menciptakan Anda, menciptakan kita semua dengan bentuk yang terbaik.

Sebagai makhluk yang terbaik, Allah Swt menciptakan manusia dari sumber yang terbaik. Tidak hanya sumbernya, tetapi prosesnya juga terbaik. Nabi Adam As diciptakan oleh Allah Swt dari tanah liat. Tanah yang digunakan adalah tanah yang terbaik.

Penggunaan tanah sesungguhnya memiliki pesan simbolik, yaitu setelah mati manusia akan kembali ke tanah. Namun yang kembali ke tanah hanyalah jasad fisiknya, sedangkan ruhnya akan kembali ke Yang Maha Suci Allah Swt.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akibat Suka Begadang, Begini Jadinya

Senin, 6 Desember 2021 | 12:52 WIB

Ini 5 Manfaat Kulit Kentang, Simak Selengkapnya

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:00 WIB

Ini Manfaat Minum Teh Pahit, Simak Yuk

Kamis, 2 Desember 2021 | 11:39 WIB

Ini Amalan Muslimah Saat sedang Haid

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:40 WIB

Singkong Thailand, Cemilan Lezat

Rabu, 1 Desember 2021 | 15:01 WIB

Sambel Terasi Mudah

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:56 WIB

Cara Merawat Tanaman Hias Gantung

Rabu, 1 Desember 2021 | 11:21 WIB

Ini Manfaat Kulit Pisang untuk Kesehatan

Rabu, 1 Desember 2021 | 10:35 WIB

Menerapkan Pola Hidup Sehat Dimasa Pandemi

Selasa, 30 November 2021 | 13:45 WIB

Mengenal Sate Maranggi, Makanan Khas Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 21:01 WIB
X