• Selasa, 26 Oktober 2021

Bukan Hanya Tubuh Yang Pendek, Tapi Otak Yang Juga Mengkerut

- Kamis, 16 September 2021 | 14:13 WIB
Stunting (Foto kemenkes.go.id)
Stunting (Foto kemenkes.go.id)

Oleh: Khairunnas*

Edisi.co.id - Dewasa ini, sebagian besar masyarakat mungkin telah sering mendengar istilah stunting, meski mereka tidak terlalu paham apa maksudnya. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan prestasinya di sekolah, produktivitas dan kreativitasnya.

Masa yang rentan terjadinya stunting disebut dengan istilah 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin di dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Pemberian gizi yang cukup pada periode ini sangat menentukan pertumbuhan fisik anak di masa depan. Selain itu, periode ini juga sangat menentukan bagi perkembangan kecerdasan anak, karena pada masa inilah organ otak mengalami perkembangan pesat.

Baca Juga: LRT Jabodebek Dipastikan Beroperasi Pertengahan Tahun 2022

Masalah stunting sebenarnya bukan hanya soal ukuran tubuh yang kecil, tetapi juga soal fungsi otak yang tidak maksimal. “Sudah tubuh kerdil, otakpun tumpul”, begitulah gambaran anak yang mengalami stunting. Padahal, otak merupakan organ yang paling penting pada tubuh manusia. Otak memproduksi pikiran sadar yang menakjubkan. Dengan otak manusia memiliki kesadaran akan diri dan lingkungannya. Otak juga membuat seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara bebas dalam menghadapi dunia.

Otak membuat pikiran menjadi terstruktur, memungkinkan orang memiliki perasaan, dan menjadi jembatan bagi kesadaran spiritual sehingga ia memahami makna dan nilai dari kehidupan. Otak juga memberi orang kemampuan untuk meraba, merasakan sentuhan, memiliki penglihatan, penciuman, dan berkomunikasi.

Otak merupakan tempat menyimpan memori bagi manusia. Di dalam otak ribuan bahkan jutaan memori dapat disimpan. Memori itu direkam sepanjang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, selama manusia hidup, otaknya akan terus merekam setiap peristiwa yang ia alami atau informasi yang diterimanya.

Baca Juga: Bioskop Mal Kota Kasablanka Dibuka Hari Ini

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Terkini

Manfaat Sayuran Bayam untuk Kesehatan Rambut

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:44 WIB

5 Kota Tertua di Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 | 10:18 WIB

Jangan Mengabaikan Kehidupan Dunia

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:21 WIB

Tips Memilih Pesantren

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:56 WIB

Beberapa Keunggulan Presantren yang Perlu Diketahui

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:38 WIB

Persoalan Jalan Kemal Attaturk

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:10 WIB

Kiat Mudah Mengolah Sampah Menjadi Kompos

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:34 WIB

Ayoo, Ajari Anak Memasak Sejak Dini

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:09 WIB

Apa bedanya antara Gestok, Gestapu, dan G30S PKI

Selasa, 19 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Begini Cara Mengecek NIK KTP Secara Online

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:28 WIB

Ini Minuman Herbal Penurunan Kolesterol

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:44 WIB

Cegah Stunting Melalui Kegiatan Pik Remaja

Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:31 WIB

PTMT Di Depok Berlangsung Aman Lebih Dari Sepekan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:07 WIB

Ternyata Air Kelapa Bisa Dijadikan Skincare

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:45 WIB
X