• Selasa, 30 November 2021

Yuk Kenali dan Pahami Kanker Prostat Mulai dari Sekarang

- Sabtu, 20 November 2021 | 16:42 WIB

Edisi.co.id - Berdasarkan American Institute for Cancer Research, kanker prostat adalah kanker kedua yang paling umum terjadi pada pria di dunia. Kanker prostat kebanyakan terjadi pada pria usia 60 tahun ke atas. Namun, telah terjadi peningkatan terhadap kasus kanker prostat yang terjadi lebih cepat pada pria usia 15 - 40 tahun3. Di Indonesia, Global Cancer Statistics menunjukkan bahwa kanker prostat adalah kanker kelima yang paling umum terjadi pada pria di Indonesia, dengan jumlah kasus baru sebanyak 13.563 pada tahun 2020 sebagaimana juga dilansir dari data International Agency for Research on Cancer dari World Health Organization. Terlepas dari tingginya angka kasus kanker prostat pada pria di Indonesia, 70% pria yang terdiagnosa dengan kanker prostat baru mencari pengobatan medis ketika sudah terlambat4. Kebanyakan pasien mencari pengobatan ketika mereka sudah mencapai stadium akhir kanker.

Kanker prostat adalah suatu jenis kanker yang berkembang di area kelenjar prostat5.Kanker prostat mulai muncul ketika sel-sel yang berada di dalam kelenjar prostat tumbuh di luar kendali. Kelenjar prostat hanya ditemukan pada pria. Kelenjar tersebut memproduksi cairan yang merupakan bagian dari air mani6. Ada beberapa jenis kanker prostat, misalnya adenocarcinomas, sel carcinomas kecil, tumor neuroendocrine, sel transisi carcinomas, dan sarcomas. Kebanyakan kasus kanker prostat berasal dari jenis adenocarcinomas, sementara jenis lainnya cenderung langka.

Terlepas dari tingginya tingkat kecenderungan terjadinya kanker prostat pada pria secara global, para peneliti tidak mengetahui secara pasti apa penyebab dari kanker prostat7. Namun, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, misalnya mutasi gen, ras, dan pola diet. Apabila seseorang memiliki sejarah kanker prostat dalam keluarga, maka ada kemungkinan besar ia memiliki gen yang dapat mengakibatkan kanker prostat.

Berkaitan dengan faktor risiko lainnya, terdapat pula usia, sejarah keluarga, dan etnis, diet dan gaya hidup

juga dapat memengaruhi kemunculan kanker prostat8. Melihat kompleksitas dari potensi faktor penyebab kanker prostat, apa yang seharusnya kita lakukan?

Mari Kenali dan Pahami Kanker Prostat Sedini Mungkin.

Baca Juga: Cara Kembangkan Bisnis Online Lewat Fitur Telegram

Dalam hal gejala-gejala yang dapat muncul, banyak kasus kanker prostat yang tidak bergejala, khususnya selama stadium awal. Adapun gejala yang dapat muncul pada stadium lebih lanjut adalah, misalnya masalah urinasi, termasuk buang air kecil yang dirasakan lebih lambat, lemah, atau lebih sering khususnya pada malam hari. Karena tidak dapat dideteksi dini berdasarkan gejala atau keluhan yang dialami, penting bagi setiap pria untuk mengerti bahwa menemukan kanker prostat sedini mungkin, dapat secara signifikan membantu mereka untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Oleh karena itu, lingkungan sekitar yang mendukung juga sangat berpengaruh terhadap kecenderungan para pria, khususnya yang memiliki potensi tinggi terkena kanker prostat, untuk mencari bantuan profesional agar dapat dideteksi sedini mungkin.

Deteksi terhadap kanker prostat dapat bervariasi. Secara umum, diskusi dengan dokter mengenai skrining kanker prostat seharusnya dimulai pada usia 40 tahun9. Prostate Specific Antigen (PSA) adalah jenis tes deteksi kanker prostat yang paling unggul digunakan10. Tes PSA mengukur level antigen spesifik prostat dalam darah. Karena sel kanker cenderung memproduksi PSA lebih banyak, sehingga adanya lonjakan dalam level PSA seseorang mungkin menandakan adanya masalah. Untuk tujuan pencegahan dan tindakan awal, melacak level PSA dari waktu ke waktu dapat membantu kita membedakan antara peningkatan sementara dengan peningkatan yang bertahap, namun terus- menerus. Untuk perawatan, tergantung pada masing-masing kasus, pasien mungkin membutuhkan jenis perawatan yang berbeda-beda. Biasanya, ahli kesehatan akan mempertimbangkan beberapa faktor dan kondisi sebelum memberikan opsi pengobatan yang terbaik, misalnya seberapa besar ukuran tumor pada pasien dan seberapa jauh tumor telah menyebar, seberapa cepat kemungkinan tumor bertumbuh, usia pasien dan seberapa sehat pasien tersebut, serta preferensi pribadi dari pasien itu sendiri.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Sate Maranggi, Makanan Khas Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 21:01 WIB

Kopi Warisan Kuliner Masyarakat Muslim

Selasa, 23 November 2021 | 14:50 WIB

Google akan Rilis Aplikasi Remote TV Google Home

Selasa, 23 November 2021 | 14:31 WIB

Tiga Tanda Hubungan Seorang Pasangan Sehat

Selasa, 23 November 2021 | 13:23 WIB

Arti Sidik Jari dalam Islam

Selasa, 23 November 2021 | 13:14 WIB

Apa Saja Peyebab Motor Mogok Akibat Banjir

Selasa, 23 November 2021 | 10:35 WIB

Hindari 3 Kebiasaan Agar Anak Tidak Obesitas

Senin, 22 November 2021 | 14:36 WIB

Yuk Intip Resep Membuat Ayam Goreng Tulang Lunak

Senin, 22 November 2021 | 13:14 WIB

Manfaat Mengkonsumsi Vitamin E untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 22 November 2021 | 13:03 WIB

Cara Kembangkan Bisnis Online Lewat Fitur Telegram

Sabtu, 20 November 2021 | 16:36 WIB

5 Khasiat Daun Sirih Untuk Kesehatan

Sabtu, 20 November 2021 | 16:20 WIB
X