• Selasa, 30 November 2021

Kopi Subang Berhasil Tembus Pasar Arab Saudi

- Sabtu, 18 September 2021 | 08:20 WIB
Kopi asal Subang (Foto: kopifirst.com)
Kopi asal Subang (Foto: kopifirst.com)

Edisi.co.id - Kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian sebagai sumber penghasil devisa. Indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Kali ini kopi dari petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, mitra Bank Indonesia Jawa Barat, panen kopinya berhasil diekspor ke Arab Saudi.

Jika dilihat dari daerah produksi kopi di Indonesia, provinsi Jawa Barat merupakan produsen kopi urutan ke-9 terbesar. Namun demikian, perkebunan kopi di Jawa Barat masih memiliki nilai produktivitas yang rendah, yaitu senilai 0,46 ton/ha atau masih lebih rendah dibandingkan produktivitas nasional, yaitu sebesar 0,58 ton/ha, bahkan masih jauh di bawah produktivitas dunia yang mencapai 0,70 ton/ha.

Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ketiga Akhir Pekan Ini

Dalam seremoni ekspor perdana dari petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, mitra Bank Indonesia Jawa Barat dilakukan pada Jumat, (17/9/2021), dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala BI Jawa Barat Herawanto dan Bupati Subang Ruhimat di Pendopo Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Berdasarkan data World Top Export 2020, nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar USD 821juta, atau 2,6% terhadap total ekspor dunia. Dengan nilai tersebut, ekspor kopi Indonesia menempati peringkat 10 Dunia.

Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, sejak 2018, Bank Indonesia wilayah Jawa Barat melakukan berbagai program pengembangan produksi kopi melalui klaster mitra di 9 wilayah Jawa Barat, yaitu Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Bogor, Kab. Subang, Kab. Majalengka, Kota Tasikmalaya dan Kab. Tasikmalaya.

Baca Juga: Manfaat Air Bekas Cucian Beras untuk Kecantikan Kulit

Berbagai program pengembangan dilakukan untuk melakukan percepatan pertumbuhan komoditi ekspor kopi baik dari sisi hulu hingga sisi hilir. Berbagai program tersebut antara lain, pemberian bentuk bantuan teknis berupa pelatihan Budidaya, Pemanfaatan Pupuk MA 11, Q-Grader dan studi banding peningkatan produktivitas kopi.

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Terkini

Mengenal Sate Maranggi, Makanan Khas Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 21:01 WIB

Kopi Warisan Kuliner Masyarakat Muslim

Selasa, 23 November 2021 | 14:50 WIB

Google akan Rilis Aplikasi Remote TV Google Home

Selasa, 23 November 2021 | 14:31 WIB

Tiga Tanda Hubungan Seorang Pasangan Sehat

Selasa, 23 November 2021 | 13:23 WIB

Arti Sidik Jari dalam Islam

Selasa, 23 November 2021 | 13:14 WIB

Apa Saja Peyebab Motor Mogok Akibat Banjir

Selasa, 23 November 2021 | 10:35 WIB

Hindari 3 Kebiasaan Agar Anak Tidak Obesitas

Senin, 22 November 2021 | 14:36 WIB

Yuk Intip Resep Membuat Ayam Goreng Tulang Lunak

Senin, 22 November 2021 | 13:14 WIB

Manfaat Mengkonsumsi Vitamin E untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 22 November 2021 | 13:03 WIB

Cara Kembangkan Bisnis Online Lewat Fitur Telegram

Sabtu, 20 November 2021 | 16:36 WIB

5 Khasiat Daun Sirih Untuk Kesehatan

Sabtu, 20 November 2021 | 16:20 WIB
X