• Selasa, 30 November 2021

Dadan Wildan, Profesor Paling Muda yang Kini 16 Tahun Bertahan Jadi Pejabat Tinggi Istana

- Senin, 18 Oktober 2021 | 15:04 WIB
Prof. Dadan Wildan - Dokumen UPI
Prof. Dadan Wildan - Dokumen UPI

Edisi.co.id, Bandung - Jalan takdir Dadan Wildan "selalu" membawanya menjadi yang termuda. Kesan itu melekat kuat jika kita menyimak perjalanan alumni Pendidikan Sejarah UPI Angkatan 1985 ini. Yang paling kentara misalnya, Dadan berhasil meraih jabatan fungsional guru besar atau profesor dalam usia 37 tahun. Tercatat sebagai guru besar termuda, ketika itu.

Setahun kemudian, usia 38 tahun, Dadan yang menggilai radio amatir dan kegiatan alam terbuka ini mendapat amanah eselon 1 alias pejabat tinggi madya sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara. Bahkan, Dadan lulus Lemhannas saat usia 40 tahun. Dadan juga mencapai golongan tertinggi IV/e saat usia 46 tahun.

Baca Juga: SMP PCI Jadikan Pemilihan Ketua OSIS Sebagai Ajang Pembelajaran Demokrasi

Terhitung sejak kali pertama diangkat menjadi staf khusus Menteri Yusril Ihza Mahendra pada 2005 silam, berarti kini 16 tahun sudah Dadan malang-melintang di Istana Negara. Yusril berhenti, Dadan didapuk menjadi Staf Ahli Menteri Hatta Rajasa dan Sudi Silalahi. Lalu, menjadi Deputi Menteri saat usia 48 tahun saat Pratikno diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sekretaris Negara. Saat ini, Dadan kembali dipercaya menjadi staf ahli Mensesneg yang membidangi politik, pertahanan, dan keamanan. Selama 16 tahun itulah Dadan membersamai dua presiden dan empat Mensesneg.

Selain berkiprah di lingkungan birokrasi, Dadan juga sudah empat kali mendapat amanah sebagai komisaris BUMN. Kali pertama menjadi komisaris di Sarinah Jakarta, kemudian ITDC Nusa Dua Bali, lalu TWC-Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratuboko, dan kini Komisaris Utama PTPN I yang berpusat di Aceh.

Baca Juga: SMP PCI Gunakan Konsep Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar, Ini Penjelasan Prof. Dadan Wildan

Belakangan, Dadan mengaku lebih fokus untuk mempersiapkan kehidupan abadi di akhirat kelak. Selain makin aktif berkhidmat untuk ummat melalui serangkaian kegiatan amal dan layanan masyarakat bersama Persatuan Islam (Persis), Dadan mengisiniasi hadirnya sebuah sekolah yang mengkhususkan diri pada pendekatan agama dan teknologi informasi: SMP Prima Cendekia Islami. Demi investasi pascakehidupan tersebut, Dadan tak segan-segan melepas sejumlah aset yang dimilikinya.

"Saya merasa kehidupan dunia saya sudah selesai. Saya sudah mendapatkan lebih dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Tuhan begitu baik kepada saya. Sekarang saatnya saya mempersiapkan kehidupan abadi akhirat dengan cara terus berusaha memberi manfaat kepada masyarakat," ujar Dadan.

Baca Juga: Momentum PTM Terbatas, Dijadikan Murid SMP PCI Sebagai Motivasi Semangat Baru untuk Menuntut Ilmu

Halaman:

Editor: Henry Lukmanul Hakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Sate Maranggi, Makanan Khas Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 21:01 WIB

Kopi Warisan Kuliner Masyarakat Muslim

Selasa, 23 November 2021 | 14:50 WIB

Google akan Rilis Aplikasi Remote TV Google Home

Selasa, 23 November 2021 | 14:31 WIB

Tiga Tanda Hubungan Seorang Pasangan Sehat

Selasa, 23 November 2021 | 13:23 WIB

Arti Sidik Jari dalam Islam

Selasa, 23 November 2021 | 13:14 WIB

Apa Saja Peyebab Motor Mogok Akibat Banjir

Selasa, 23 November 2021 | 10:35 WIB

Hindari 3 Kebiasaan Agar Anak Tidak Obesitas

Senin, 22 November 2021 | 14:36 WIB

Yuk Intip Resep Membuat Ayam Goreng Tulang Lunak

Senin, 22 November 2021 | 13:14 WIB

Manfaat Mengkonsumsi Vitamin E untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 22 November 2021 | 13:03 WIB

Cara Kembangkan Bisnis Online Lewat Fitur Telegram

Sabtu, 20 November 2021 | 16:36 WIB

5 Khasiat Daun Sirih Untuk Kesehatan

Sabtu, 20 November 2021 | 16:20 WIB
X