• Senin, 16 Mei 2022

Belajar Bahagia : Filosofi Pandangan Hidup Hits Masa Kini

- Senin, 24 Januari 2022 | 04:18 WIB

Edisi.co.id - Manusia memiliki kebutuhan untuk memiliki pandangan hidup. Menurut Erich From seorang tokoh Psikologi dalam aliran humanistik, Manusia memiliki 5 basic needs atau existensial needs yang harus dipenuhi dengan cara yang positif agar dapat sehat secara mental, salah satu kebutuhan tersebut adalah frame of orientation. Frame of orientation merupakan kebutuhan untuk memiliki pandangan hidup yang jelas, dimana melalui pengalaman hidupnya seharusnya manusia mampu memiliki pandangan yang konsisten dan memanfaatkannya untuk satu tujuan yang jelas.

Pada era keterbukaan informasi dan komunikasi ini memudahkan setiap individu untuk secara bebas berbagi berbagai macam hal mulai dari hal yang paling sederhana dalam hidupnya seperti berbagi brand kopi favorit sampai hal-hal yang dianggap sebagai principle seperti pandangan hidup yang dimilikinya atau yang sedang diikutinya. Hal ini tentu saja menarik atensi dari masyarakat mengenai pandangan hidup yang tampak “baru” dimanifestasikan dalam gaya hidup atau keseharian yang sering dibagikan melalui media sosial. Pandangan hidup ini seringkali memiliki kekhasan atau keunikan yang membuatnya menjadi hits dan menarik untuk diikuti. Dua pandangan hidup hits yang akan dibahas adalah Stoa dan Minimalisme atau simple living.

Baca Juga: Cegah Hoax, PPI 110 Manbaul Huda Gandeng LPPM Unisba Gelar Literasi Digital untuk Orang Tua Santri

Pandangan hidup Stoa

Pandangan hidup stoa yang berasal dari Filosofi stoicism didirikan oleh Zeno of Citium seorang filsuf dari zaman Hellenistik. Filosofi stoicism ini mengajarkan tentang manajemen emosi negatif agar seseorang dapat memiliki rasa tentram yang tidak mudah pudar dalam kondisi apapun. Manajemen emosi ini diajarkan melalui prinsip-prinsip inti dalam filosofi stoicism, yakni :

- Dikotomi kendali. Stoicism memandang bahwa dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak dibawah kendali kita dan ada hal-hal yang dibawah kendali kita. Hal-hal yang ada dibawah kendali kita meliputi pikiran, nalar, pertimbangan, perkataan, serta tindakan kita dan lalu bagaimana sisa nya ? sisanya adalah di luar kendali kita. Sehingga, segala sumber emosi negatif yang muncul dari diri kita disebabkan karena kita terlalu menggantukan kebahagiaan kita pada hal-hal yang tidak di bawah kendali kita.

- “it is not things that disturb us, but our opinion about them”. Segala emosi negatif seperti rasa sedih, kecewa, marah yang kita rasakan bukan karena peristiwa hidup yang menimpa kita melainkan karena pendapat atau opini kita mengenai peristiwa tersebut. Hal ini karena emosi kita adalah tanggungjawab kita dan sepenuhnya dibawah kendali kita, sehingga apabila emosi disebabkan oleh pikiran kita sendiri artinya kita dapat mengendalikan emosi kita dan tidak perlu menunggu semua hal hingga ideal untuk bisa damai dan bahagia.

Pandangan hidup ini menjadi hits melalui buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Banyak diterapkan oleh berbagai orang dalam setiap kalangan bahkan juga beberapa public figure.

Baca Juga: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ruang Pintar

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Jenis Malas dan Cara Mengatasinya, Apa Saja

Senin, 9 Mei 2022 | 13:03 WIB

Cara Mudik Bernilai Pahala, Simak Tips MUI

Rabu, 27 April 2022 | 17:16 WIB

5 Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Apa Saja

Jumat, 22 April 2022 | 13:52 WIB

Khutbah Jumat UBN, Al Aqsa Memanggil Kita

Jumat, 22 April 2022 | 11:29 WIB

Jadilah Spesialis, Bukan Ahli Segala Bidang

Rabu, 20 April 2022 | 11:40 WIB

Beberapa Cara Lacak HP yang Hilang, Gimana Caranya

Minggu, 17 April 2022 | 17:48 WIB

 5 Cara Terhindar dari Serangan Hacker, Apa Saja

Minggu, 10 April 2022 | 12:28 WIB

Penting Ajari Anak Puasa Sejak Dini 

Selasa, 5 April 2022 | 16:44 WIB

 3 Resep Takjil Mudah, Simak cara Buatnya

Selasa, 5 April 2022 | 16:38 WIB

4 Manfaat Konsumsi Kopi Hitam, Apa Saja 

Selasa, 5 April 2022 | 10:24 WIB
X