Begini Pendapat Ulama Terkait Wanita yang Sedang Haid Masuk Masjid

- Selasa, 22 November 2022 | 12:26 WIB

Artinya: Aisyah berkata, "Nabi SAW mendekatkan kepalanya kepadaku ketika aku dalam keadaan haid, sementara beliau sedang mujawir (maksudnya beriktikaf). Aku pun mencuci dan menyisir rambutnya." (HR. Abu Daud).

 

Dalil lain yang memperbolehkan wanita haid memasuki masjid dikutip dari buku Wanita dan Masjid oleh Jasser Auda, ia mengutip Kitab Fikih al-Thaharah Al-Qardhawi, bahwa ulama seperti Imam Ahmad, Al-Muzani, Abu Dawud, Ibn Al-Munzir, dan Ibnu Hazm menggunakan dalil hadits Abu Hurairah dalam Shahih Bukhari bahwa muslim itu tidak najis.

 

Demikian juga mengqiyaskan orang junub dengan orang musyrik. Dengan demikian, muslim yang junub lebih utama diperbolehkan masuk masjid. Selanjutnya, dalam hal kemudahan dan keringanan, kemudian wanita haid lebih utama diberi keringanan dibandingkan dengan orang yang junub. Karena Allah memang menetapkan haid bagi kaum wanita sehingga mereka tidak bisa mencegahnya atau memaksanya.

 

Oleh karena itu, wanita haid lebih utama mendapatkan uzur dibandingkan orang yang junub. Sebagian wanita juga butuh pergi ke masjid untuk menghadiri pengajian dan sejenisnya, oleh karenanya wanita haid tidak perlu dilarang untuk memasuki masjid.

 

Adapun dalam buku Ensiklopedia Fikih Wanita tadi, mengenai hukum berjalan melewati masjid bagi wanita haid dan nifas dirinci sebagai berikut:

 

1. Perempuan yang haid atau nifas, boleh masuk masjid untuk sekadar mengisi kotak amal, atau lewat dari satu pintu ke pintu yang lain.

 

2. Haram hukumnya, jika takut darahnya menetes dan menajiskan masjid.

 

3. Jika tidak khawatir darahnya menetes maka hukumnya makruh.

Halaman:

Editor: Rohmat Rospari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X