NASA Temukan Planet Baru,TOI 700 e, Seukuran Bumi yang Potensial Huni di Zona Layak Huni Bintangnya

- Rabu, 22 Maret 2023 | 19:25 WIB
Planet TOI 700 e, saudara kandung TOI 700 d yang seukuran Bumi, dapat dilihat dari kejauhan. (Kredit: NASA/JPL-Caltech/Robert Hurt)
Planet TOI 700 e, saudara kandung TOI 700 d yang seukuran Bumi, dapat dilihat dari kejauhan. (Kredit: NASA/JPL-Caltech/Robert Hurt)

Edisi.co.id - Pada 8 Januari 2023, National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan planet baru seukuran Bumi yang disebut TOI 700 e dengan menggunakan data dari Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA.

Temuan ini dipresentasikan oleh tim peneliti pada pertemuan ke-241 American Astronomical Society di Seattle pada Selasa, 10 Januari 2023 lalu.

Planet tersebut berputar di dalam zona layak huni bintangnya, di mana air cair dapat muncul di permukaan planet.

Planet tersebut memiliki ukuran 95% dari Bumi dan kemungkinan besar berbatu.

Penemuan ini membuat sistem TOI 700 menjadi salah satu dari sedikit sistem dengan planet zona huni yang kecil dan berganda yang kita ketahui.

Para astronom sebelumnya menemukan tiga planet lain dalam sistem ini, TOI 700 b, c, dan d. Planet d juga berputar di zona huni.

Baca Juga: 3 Resep Menu Sahur Praktis dan Sehat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Berpuasa di Tahun 2023

Namun, para ilmuwan memerlukan beberapa tahun lagi untuk pengamatan TESS tambahan untuk menemukan TOI 700 e.

Emily Gilbert, seorang peneliti pasca doktoral di Jet Propulsion Laboratory NASA, mengatakan bahwa penemuan ini sangat menarik karena sistem TOI 700 menunjukkan bagaimana pengamatan TESS yang lebih lanjut membantu kita menemukan dunia yang semakin kecil.

TOI 700 adalah bintang kerdil M kecil yang dingin yang terletak sekitar 100 tahun cahaya di rasi bintang selatan Dorado.

Planet dalam sistem tersebut kemungkinan besar terkunci pasang surut, artinya mereka berputar hanya satu kali per orbit sehingga satu sisi selalu menghadap bintang.

TESS memonitor sebagian besar langit selama sekitar 27 hari sekaligus dan melacak perubahan kecerahan bintang yang disebabkan oleh planet yang melintasi depan bintang dari perspektif kita, sebuah peristiwa yang disebut transit.

Baca Juga: Mahkamah Agung Saudi Putuskan Hari Pertama Ramadan Dimulai Kamis, 23 Maret 2023

Misi ini menggunakan strategi ini untuk mengamati langit selatan mulai tahun 2018, sebelum beralih ke langit utara.

Halaman:

Editor: Ilham Dharmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X